Gunung Marapi Kembali Erupsi, Hujan Abu Vulkanik Ganggu Aktivitas Warga di Kabupaten Agam

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Sabtu (7/11/2026) pukul 09.55 WIB dan memicu hujan abu vulkanik yang menyebar hingga Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam.

Sebaran abu vulkanik tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, bahkan menutupi sebagian lahan pertanian dan perkebunan warga di lereng gunung.

Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sariak Ismail Damar mengatakan hujan abu vulkanik dirasakan warga Nagari Sariak, Kecamatan Sungai Pua.

"Hujan abu vulkanik kami rasakan di Nagari Sariak, Sungai Pua. Sangat mengganggu penglihatan dan membuat nafas sesak," kata Ismail Damar di Bukittinggi, Sabtu.

Wali Jorong setempat, Ismail, mengatakan dirinya memilih berlindung di dalam pondok saat hujan abu terjadi karena kondisi tersebut mengganggu aktivitas di luar ruangan.

"Saya saat ini sedang di kebun, untuk sementara berlindung saja di dalam pondok. Hujan abu mengganggu aktivitas," kata dia.

Erupsi Terekam Selama 48 Detik

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ahmad Rifandi mencatat erupsi Gunung Marapi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 15,6 milimeter dan durasi sekitar 48 detik.

Ia mengatakan tinggi kolom abu akibat erupsi tersebut tidak dapat teramati dari pos pengamatan.

"Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada)," kata Ahmad Rifandi.

Warga Diminta Menjauhi Radius Tiga Kilometer

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi untuk mengantisipasi dampak aktivitas vulkanik Gunung Marapi.

Masyarakat, pendaki, pengunjung, dan wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.

Warga yang tinggal di sekitar lembah, aliran, dan bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Marapi juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar, terutama ketika hujan turun di kawasan puncak.

Selain itu, masyarakat diimbau menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut apabila terjadi hujan abu vulkanik untuk mengurangi risiko gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Masyarakat diminta selalu mengacu pada arahan resmi dari Pemerintah Daerah setempat terdampak yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam," kata Ahmad.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, tidak menyebarkan informasi bohong atau hoaks, serta mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Marapi melalui sumber resmi pemerintah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Penganugerahan Pahlawan Nasional kepada Frans Seda Diapresiasi
• 49 menit lalu
0
thumb
Warga antusias saksikan kirab pengantin Dhaup Ageng Pura Mangkunegaran
• 3 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Landa Persija Jelang Lawan Persebaya
• 34 menit lalu
0
thumb
Kelompok HAM Desak ICC Terbitkan Surat Penangkapan Donald Trump dan Pejabat AS atas Dugaan Kejahatan di Gaza
• 16 jam lalu
0
thumb
Mensos Gus Ipul Raih Penghargaan Berkat Perluas Akses Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.