Tanggapi soal Unjuk Rasa Boikot Ruben Onsu, Emma Waroka Singgung Bayaran Pendemo: Nggak Seberapa

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Emma Waroka baru-baru ini ikut buka suara soal demo boikot Ruben Onsu. Dirinya menyinggung soal bayaran yang diterima oleh para peserta demo.

Demo yang dilakukan di depan gedung stasiun TV pada Kamis (5/11/2026) itu menyita perhatian publik. Unjuk rasa tersebut diketahui menuntut pihak TV untuk tidak lagi menampilkan Ruben Onsu di layar kaca.

"Meminta agar Trans TV mempertimbangkan dan segera memboikot pelaku terduga LGBT," ujar orator dalam demo tersebut.

Minola Sebayang, selaku kuasa hukum Ruben Onsu mempersilakan jika memang masyarakat ingin melakukan unjuk rasa. Pasalnya, demonstrasi merupakan hak warga Indonesia.

"Ya, sekarang kan memang gimana ya kita bilangnya, kita kan enggak bisa cegah. Ya, ini kan negara demokrasi," ujarnya.

"Sepanjang dilakukan dengan aturan yang ada dalam menyampaikan pendapat, ya silakan saja," lanjutnya.

Mengenai tuntutan para pendemo yang meminta pihak TV untuk melakukan boikot Ruben Onsu, Minola menilai bahwa keputusan ada di pihak stasiun TV. Namun, ia menilai bahwa tidak semua tuntutan pendemo bisa dikabulkan.

"Sekarang kan tinggal tergantung TV-nya. Kalau misalnya kemudian yang menentukan setiap instansi itu adalah demo, harusnya semuanya akan selesai kalau ada demo," terangnya.

Sedangkan, salah satu sahabat Ruben Onsu yakni Emma Waroka ikut menyinggung soal bayaran yang diterima para pendemo dalam aksi boikot Ruben Onsu itu. Dikutip dari TribunSeleb pada Sabtu (7/11/2026), Emma menilai bahwa bayaran yang diterima tidak terlalu banyak.

Namun, risiko yang harus ditanggung oleh para pendemo cukup besar. Termasuk jika mereka harus mendekam di balik jeruji besi.

"Uangnya ga seberapa, malah masuk jeruji besi," tulisnya.

 

Ia meminta agar para pendemo boikot Ruben Onsu memikirkan lagi pilihan mereka sebelum melakukan turun aksi. Terlebih, jika mereka diiming-imingi dengan uang dengan nominal yang tidak banyak.

"Pikir lagi wahai MahaSewa orator nasi bungkus," sambungnya.

Pemain film Untuk Angeline ini juga menyayangkan jika generasi muda mudah terpikat dengan janji uang dengan melakukan demo bayaran. Ia meminta para pendemo untuk mengingat bahwa orang tua mereka benar-benar banting tulang agar bisa menyekolahkan anak.

Terlebih, jika demo yang diikuti hanyalah demo yang dipesan oleh seseorang. Emma Waroka pun menilai bahwa demo tersebut tidak jelas.

"Kasian bapak ibu udah nafkahin lo biar bener sekolah kuliah malah ikut2an demo gak jelas," terangnya.

Sedangkan, Ruben Onsu mengaku sudah tahu dalang di balik aksi demo tersebut. Namun, ia tak menjelaskan secara gamblang siapa sosok yang ia maksud.

"Tenang, nggak usah ngomong kita udah tahu kok dalangnya," tulis Ruben Onsu.

Pria 43 tahun itu bahkan menyindir pakaian yang sama yang dikenakan oleh para pendemo. Ia juga menanyakan ke mana ia bisa mendaftar untuk ikut demo.

"Seru juga pakek dresscode nih ye, kalau ada yang mau ikut info kemana mau demo?" tanyanya.

Ruben juga mengingatkan bahwa ada banyak hal yang lebih penting untuk dibahas dibanding memboikot dirinnya. Dirinya menyinggung soal permasalahan di Indonesia yang membutuhkan lebih banyak perhatian.

"Maaf ya netizen, padahal masih ada masalah pemerintahan yang penting," terangnya. (*)

 

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengamat Ragukan Petani Kecil Tanam Sawit di Lahan Karhutla
• 11 jam lalu
0
thumb
Gatam Institute Layani Lebih dari 167 Ribu Pasien Tulang dan Sendi, Catat 17.257 Operasi Ortopedi dalam Lima Tahun
• 10 jam lalu
0
thumb
Dua Penerjun Payung Tewas usai Bertabrakan saat Hendak Mendarat di California
• 18 menit lalu
0
thumb
Daftar Promo Menarik di Aplikasi ShopeePay saat 11.11, Ada KFC Rp 11 Ribu!
• 16 jam lalu
0
thumb
Kabasarnas Angkat Isu Tata Kelola Kompetensi Tim SAR dalam Disertasinya
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.