Kabasarnas Angkat Isu Tata Kelola Kompetensi Tim SAR dalam Disertasinya

tvonenews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengikuti Sidang Penelaahan Naskah Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jumat (6/11/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Aula FISIP Lantai 4, Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dalam kesempatan ini, Kabasarnas mempresentasikan naskah disertasi berjudul Model Tata Kelola Strategis Kompetensi Tim SAR Multi Stakeholder Berbasis INSARAG Guidelines di Indonesia.

Disertasi tersebut mengangkat isu strategis mengenai penguatan tata kelola kompetensi Tim Search and Rescue (SAR) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan (multi-stakeholder).

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii (almamater hijau) mengikuti Sidang Penelaahan Naskah Disertasi Program Studi Doktor Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial, UMJ
Sumber :
  • Istimewa

Penelitian ini berfokus pada pentingnya membangun sinergi, koordinasi, serta standardisasi kompetensi antarlembaga dalam mendukung penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan di Indonesia.

Penggunaan International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) Guidelines sebagai landasan penelitian menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme personel SAR agar selaras dengan standar internasional.

Melalui penelitian tersebut, diharapkan dapat dihasilkan model tata kelola strategis yang mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengoptimalkan kesiapan dan efektivitas pelaksanaan operasi SAR di Indonesia.

Sidang penelaahan naskah disertasi ini menjadi bagian dari proses akademik dalam pengembangan kajian administrasi publik, sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan pemikiran strategis terkait tata kelola penyelenggaraan pencarian dan pertolongan.

Bagi Basarnas, penguatan kompetensi sumber daya manusia dan kolaborasi antar pemangku kepentingan merupakan aspek penting dalam mewujudkan penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan yang profesional, cepat, terpadu, dan berstandar internasional. (ism)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Simak! Guru hingga Petugas Damkar Berstatus PPPK Paruh Waktu Segera Diangkat Jadi Penuh Waktu
• 21 jam lalu
0
thumb
Pertamina SMEXPO Cilacap 2026 Hadirkan Lebih dari 50 UMKM Lokal untuk Perluas Pasar dan Kemitraan
• 2 jam lalu
0
thumb
Kebakaran Hanguskan 289 Hektare Kawasan Hutan Gunung Ciremai
• 36 menit lalu
0
thumb
Gunung Marapi Meletus Lagi, Abu Vulkanik Selimuti Kebun Warga Agam
• 6 jam lalu
0
thumb
Longsor Terjang 2 Titik di Kelok Sembilan Sumbar, Area Usaha Warga Tertimbun
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.