Terseret Isu Penyadapan Listyo Sigit Cs, Bahlil Sebut Abuleke

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyindir narasi yang menuding dirinya terlibat dalam aksi penyadapan yang dilakukan oleh mantan Kapolri Listyo Sigit Prasetyo cs. Ia menyebut tudingan tersebut sebagai “Abuleke” atau omong kosong karena dinilai tidak memiliki dasar yang jelas.

"Jadi ini mereka membangun persepsi, seolah-olah kita ada urusannya dengan penyadapan, gimana mungkin saya bisa ikut mengatur penyadapan sementara saya juga disadap," ujarnya dalam pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Maluku, Sabtu (7/11/2026).

Bahlil mengaku awalnya tidak langsung menyadari bahwa narasi yang beredar di media sosial tersebut mengarah kepadanya. Namun, setelah melihat informasi itu sepulang dari perjalanan, ia menilai namanya telah diseret secara langsung dalam isu penyadapan.

"Tiba-tiba ada satu cerita ngarang dari mana saya tidak tahu," katanya.

Menurut Bahlil, tudingan tersebut membangun persepsi seolah-olah dirinya memiliki keterkaitan dengan aksi penyadapan. Ia membantah tuduhan itu dan meminta pihak yang menyebarkan narasi tersebut menunjukkan bukti.

"Abuleke ini, asli Abuleke. Ini asli ilmu Abuleke," ujar Bahlil sambil menyindir tudingan yang menurutnya tidak masuk akal.

Bahlil juga membantah pernah menghadiri rapat sebagaimana disebut dalam narasi yang beredar. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut informasi tersebut dan mengungkap pihak-pihak yang terlibat, termasuk memastikan siapa saja yang benar-benar menghadiri rapat apabila pertemuan itu memang berlangsung.

Baca Juga: Namanya Terseret Isu Penyadapan, Bahlil: Saya Juga Disadap!

Baca Juga: Bahlil Ancam Somasi Penyebar Isu Penyadapan, Beri Waktu 3 x 24 Jam

Ia menegaskan tidak akan tinggal diam jika tudingan tanpa bukti terus disebarkan. Bahlil mengancam menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang tetap mengaitkan dirinya dengan isu penyadapan tanpa dapat menunjukkan bukti.

"Dan saya meminta kepada aparat penegak hukum, khususnya kepada Polri, ini untuk mengusut tuntas," tegasnya. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kebakaran Gambut di Samarinda Sulit Padam, Petugas Terkendala Air | KOMPAS SIANG
• 12 jam lalu
0
thumb
Menghukum Penganiaya Satwa Lebih Berat
• 18 jam lalu
0
thumb
BNPB Beri Penghormatan Terakhir kepada 3 Prajurit TNI AD yang Gugur saat Padamkan Karhutla
• 13 jam lalu
0
thumb
Terima 11 Dubes Negara Sahabat, Prabowo Tegaskan RI Terbuka untuk Kerja Sama
• 15 jam lalu
0
thumb
Dibintangi Cinta Laura, Serial Sleeping with the Enemy’ Siap Tayang 13 November 2026
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.