Dukungan AS untuk Israel Mulai Retak, Trump hingga JD Vance Berubah Sikap?

kompas.tv
10 jam lalu
Cover Berita
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendengarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di klub Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, Amerika Serikat, 29 Desember 2025. (Sumber: AP Photo/Alex Brandon, File)

WASHINGTON, KOMPAS.TV - Dukungan politik Amerika Serikat (AS) terhadap Israel menghadapi tekanan setelah hasil pemilu sela November 2026.

Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan bantuan militer senilai sekitar 4 miliar dolar AS atau Rp72,60 triliun per tahun untuk Israel akan dihentikan pada akhir tahun ini.

Pernyataan Trump tersebut muncul bersamaan dengan kemenangan politikus Partai Demokrat yang kritis terhadap Israel dalam pemilihan Senat di Michigan. 

Di sisi lain, Wakil Presiden JD Vance turut menyoroti hubungan AS-Israel sebagai salah satu persoalan yang perlu dievaluasi Partai Republik setelah mengalami kekalahan dalam pemilu.

Rangkaian perkembangan tersebut dipandang memperlihatkan meningkatnya perbedaan pandangan mengenai hubungan Washington dan Tel Aviv, yang selama puluhan tahun menjadi salah satu fondasi kebijakan luar negeri bipartisan AS.

Associated Press, Sabtu (7/11/2026), melaporkan perubahan tersebut tidak hanya berlangsung di kalangan Partai Demokrat, tetapi juga mulai terlihat di sebagian kelompok Partai Republik.

Baca Juga: Demokrat Rebut Kendali Kongres AS, Trump akan Hadapi Perlawanan di Dua Tahun Terakhir

Trump Sebut Bantuan untuk Israel Akan Dihentikan

Trump menyampaikan rencana penghentian bantuan militer AS kepada Israel dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Fox News pada Selasa (3/11/2026).

Dalam wawancara tersebut, Trump mengatakan pemerintahannya dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membicarakan penghentian bantuan selama beberapa tahun.

"Kami memberikan mereka 4 miliar dolar AS, dan itu akan dihentikan pada akhir tahun," kata Trump dalam wawancara tersebut.

Trump beralasan Israel telah berkembang menjadi negara yang mampu membiayai kebutuhan militernya sendiri. Ia juga menyebut Netanyahu telah mengusulkan penghentian bantuan tersebut.

Meski begitu, Trump menegaskan AS tetap dapat membantu Israel apabila dibutuhkan, termasuk melalui penjualan persenjataan.

Pernyataan tersebut belum dapat dipastikan sebagai kebijakan resmi pemerintah AS. Gedung Putih juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme maupun implementasi penghentian bantuan tersebut.

Sebagai perbandingan, berdasarkan perjanjian bantuan keamanan AS-Israel periode 2019-2028, Amerika Serikat memiliki komitmen memberikan bantuan sebesar 3,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp68,81 triliun setiap tahun.

Baca Juga: Bantuan Trump untuk Israel Jadi Sasaran Kritik Demokrat dalam Pemilu Sela AS

Jumlah tersebut terdiri atas 3,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp59,75 triliun melalui program Foreign Military Financing (FMF) dan 500 juta dolar AS (Rp9,05 triliun) untuk program pertahanan rudal bersama.

Penghentian bantuan akan membawa perubahan signifikan terhadap hubungan pertahanan kedua negara. 

Israel berpotensi harus membiayai sendiri pembelian persenjataan AS, baik melalui pinjaman maupun peningkatan penerimaan negara.

Kemenangan Abdul El-Sayed Perlihatkan Perubahan Politik AS

Perkembangan lainnya terlihat dalam pemilihan Senat di negara bagian Michigan.

Politikus Demokrat, Abdul El-Sayed, berhasil mengalahkan kandidat Partai Republik, Mike Rogers, dalam pemilihan yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan hasil penghitungan yang dilaporkan Associated Press, El-Sayed memperoleh sekitar 52,5 persen suara, sedangkan Rogers meraih 45,5 persen.

Kemenangan tersebut menjadikan El-Sayed sebagai senator Muslim pertama dalam sejarah AS.

Baca Juga: Abdul El-Sayed Kalahkan Kandidat Republik, Catat Sejarah Jadi Senator Muslim Pertama di AS

El-Sayed dikenal sebagai salah satu politikus yang vokal mengkritik kebijakan Israel, terutama operasi militernya di Jalur Gaza. Ia juga menyebut tindakan Israel sebagai genosida, tuduhan yang dibantah keras pemerintah Israel.

Sikap kritis terhadap bantuan militer AS kepada Israel menjadi salah satu isu yang diangkat El-Sayed dalam kampanyenya.

JD Vance Soroti Hubungan AS-Israel

Tekanan terhadap hubungan AS-Israel juga terlihat dari pernyataan Wakil Presiden JD Vance setelah hasil pemilu diumumkan.

Dalam unggahan di media sosial pada Rabu (4/11/2026), Vance menyampaikan evaluasi terhadap kekalahan Partai Republik.

Ia mengutip pandangan seorang pengamat politik yang menyebut terdapat empat hal yang perlu dilakukan partainya untuk mendapatkan kembali dukungan pemilih.

Keempat hal tersebut meliputi mengakhiri perang dengan Iran, memusatkan perhatian pada biaya hidup dan inflasi, mengutamakan kepentingan AS melalui prinsip America First, serta mengubah hubungan dengan Israel.

Pernyataan tersebut memperlihatkan kritik terhadap hubungan AS-Israel juga berkembang di sebagian kelompok konservatif.

Baca Juga: Trump Sebut Harga Bensin Mahal Ikut Picu Kekalahan Partai Republik di Pemilu Sela AS

Bagi kelompok tersebut, keterlibatan AS dalam konflik Timur Tengah dinilai bertentangan dengan prinsip America First yang selama ini menjadi salah satu slogan politik Trump.

Mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional Israel Chuck Freilich mengatakan pandangan Vance mencerminkan keresahan sebagian kelompok Republik, khususnya kelompok yang lebih mengutamakan kebijakan non-intervensi dalam urusan luar negeri.

"Ini jelas bukan pertanda baik," kata Freilich, seraya menambahkan, seruan perubahan dari Vance "memang bergaung di kelompok tertentu dari Partai Republik, yaitu kubu Tucker Carlson serta bagian yang lebih bersayap kanan, isolasionis, dan MAGA." 

Hubungan Washington-Tel Aviv Hadapi Tantangan

Selama beberapa dekade, AS menjadi salah satu pendukung utama Israel melalui bantuan militer, penjualan persenjataan, kerja sama pertahanan, serta dukungan diplomatik di berbagai forum internasional.

Namun, hubungan tersebut menghadapi tekanan setelah perang di Gaza dan perang yang dimulai AS serta Israel terhadap Iran.

Di kalangan Demokrat, kritik terhadap Israel banyak berkaitan dengan dampak operasi militernya di Gaza dan ekspansi permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak 1967, Tepi Barat.

Sementara itu, sebagian kelompok Republik mempertanyakan keterlibatan AS dalam konflik Timur Tengah karena dinilai membutuhkan biaya besar dan tidak sejalan dengan kepentingan domestik.

Baca Juga: Demokrat Kuasai Kongres AS, Pengamat: Trump Berpotensi Ditekan Akhiri Perang Timteng

Tekanan terhadap Netanyahu juga berlangsung di dalam politik Israel. Dalam pemilu parlemen pada 27 Oktober 2026, blok yang mendukung Netanyahu memperoleh 53 kursi dari total 120 kursi Knesset. 

Sementara itu, blok oposisi yang dipimpin Gadi Eisenkot memperoleh 48 kursi dan partai-partai Arab meraih 19 kursi.

Tidak ada blok yang memperoleh 61 kursi sebagai syarat mayoritas untuk membentuk pemerintahan.

Kondisi tersebut membuka kemungkinan perubahan kepemimpinan di Israel. Namun, pergantian pemerintahan belum tentu secara otomatis memperbaiki hubungan dengan AS.

Freilich menilai pemulihan hubungan kedua negara membutuhkan proses panjang. Menurutnya, apabila Netanyahu tetap berkuasa, ketegangan hubungan dengan AS berpotensi berlanjut. 

Sementara itu, pemerintahan baru yang dipimpin Eisenkot dapat memulai proses pemulihan hubungan yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Perubahan sikap politik di Washington pun menjadi tantangan tersendiri bagi Israel, terutama dalam mempertahankan dukungan bipartisan yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama hubungan kedua negara. 

Baca Juga: Trump dan Emir Qatar Bahas Upaya Redakan Ketegangan Timur Tengah

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Associated Press

Tag
  • Israel
  • Donald Trump
  • JD Vance
  • Abdul El-Sayed
  • hubungan as israel
  • bantuan militer
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
TNI AL dan US Navy Gelar Historical Dive USS Houston, Perkuat Diplomasi Sejarah RI-AS
• 8 jam lalu
0
thumb
Tindak Lanjuti Rekomendasi KPK, BGN Perkuat Pengawasan Internal
• 13 jam lalu
0
thumb
Bahlil Mengaku Ikut Jadi Korban Penyadapan Eks Kapolri
• 13 jam lalu
0
thumb
19 Macan Tutul Jawa Terekam di Bromo, Ada 2 Anakan yang Teridentifikasi
• 20 jam lalu
0
thumb
Airlangga Ungkap Alasan Peserta Magang Nasional Termasuk Pekerja: Digaji 6 Bulan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.