Putin Ambil Alih Aset Japan Tobacco di Rusia

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (5/11) memerintahkan agar aset Japan Tobacco Inc di Rusia ditempatkan di bawah pengelolaan sementara sebuah perusahaan Rusia. Keputusan tersebut merupakan kebijakan terbaru Moskow terhadap perusahaan dari negara yang menjatuhkan sanksi kepada Rusia terkait perang di Ukraina.

Dekret presiden tersebut mencakup aset JT International di Rusia, perusahaan yang mengkonsolidasikan bisnis internasional konglomerat asal Jepang tersebut. Operasional Japan Tobacco di Rusia sendiri menyumbang sekitar 10 persen dari total penjualannya.

Tidak ada alasan yang disampaikan terkait keputusan presiden tersebut. Namun, ketika Kremlin baru-baru ini mengambil langkah serupa terhadap sejumlah perusahaan Eropa, pemerintah Rusia menyebut perusahaan-perusahaan itu berasal dari negara yang dianggap tidak bersahabat dengan Rusia.

Japan Tobacco tetap menjalankan bisnisnya di Rusia, sementara sejumlah perusahaan Jepang lainnya telah menarik diri dari pasar tersebut di tengah perang yang terus berlangsung antara Moskow dan Kiev. Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

Dalam pernyataan yang diterbitkan pada Jumat (6/11), Japan Tobacco mengatakan telah mengkonfirmasi dekret tersebut yang berlaku terhadap empat unit usahanya di Rusia. Perusahaan juga menyatakan sedang meninjau detail permasalahan ini, berbagai opsi yang dapat kami ambil, serta potensi dampaknya terhadap grup perusahaan kami.

Pada Jumat (6/11), Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan dalam konferensi pers bahwa pemerintah Tokyo telah meminta Moskow untuk membatalkan keputusan tersebut.

“Jepang telah berulang kali mendesak Rusia untuk melindungi kepentingan sah warga negara dan perusahaan Jepang,” kata Katayama, dikutip dari Kyodo News, Sabtu (7/11).

Katayama menambahkan, pemerintah akan terus memantau situasi secara ketat dan mengambil langkah yang sesuai melalui koordinasi dengan kementerian terkait serta Japan Tobacco.

Sementara secara terpisah, Direktur Jenderal Biro Urusan Eropa Kementerian Luar Negeri Jepang, Kimitake Nakamura, menyampaikan protes kepada Duta Besar Rusia untuk Jepang Nikolay Nozdrev atas penandatanganan dekret oleh Putin. Nakamura juga meminta agar keputusan tersebut dicabut, menurut keterangan pejabat kementerian.

Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia meningkatkan tekanan terhadap Jepang. Salah satunya ditandai dengan kunjungan pertama Putin pada Agustus ke sebuah pulau yang dikuasai Rusia tetapi diklaim Jepang. Selain itu, seorang jurnalis Jepang juga ditahan di wilayah Timur Jauh Rusia pada bulan lalu atas dugaan spionase.

Japan Tobacco memiliki empat fasilitas produksi di Rusia, termasuk di wilayah Leningrad dan Lipetsk, dengan total sekitar 4.000 karyawan. Perusahaan tersebut mulai beroperasi di Rusia pada 1999 dan berkembang menjadi perusahaan tembakau terbesar di pasar tersebut pada 2007.

Menurut kantor berita Tass, kepemilikan saham di empat entitas, yakni Donskoy Tabak, Pereslavl-Tabak, JTI Yelets, dan Kres Neva, diperintahkan untuk dialihkan kepada JSC Industrial Assets.

Pada 2023, pemerintah Rusia mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan aset perusahaan dari negara-negara yang dianggap tidak bersahabat ditempatkan di bawah pengelolaan sementara pemerintah Rusia atau perusahaan Rusia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengambilan Race Pack Dibuka! 8 Ribu Pelari Siap Ramaikan PLN Electric Run 2026
• 6 jam lalu
0
thumb
Soroti Pengelolaan Desa Antikorupsi di Kalimantan Selatan, KPK Lakukan Evaluasi
• 23 jam lalu
0
thumb
Sejumlah Penerbangan di Eropa Berulang Kali Mendapat Ancaman Bom, Sekitar 25 Pesawat Penumpang Terdampak
• 6 jam lalu
0
thumb
Hikmahbudhi siap sinergi dengan pemerintah cetak generasi muda unggul
• 12 jam lalu
0
thumb
Akankah Kekalahan Trump di Pemilu Sela Pengaruhi Hubungan India-AS?
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.