Mahasiswa Serukan Polri Jadi Pengayom Demokrasi yang Adil Tanpa Tebang Pilih

jpnn.com
58 menit lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November mendatang, sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Jabodetabek menyampaikan pernyataan sikap di Monumen Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2026) sore.

Dalam pernyataan sikap tersebut, para mahasiswa menyampaikan dukungan kepada institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk terus menegakkan hukum secara adil, tegas, merata, dan tanpa tebang pilih.

BACA JUGA: Melli Darsa: Demokrasi Bukan Cek Kosong Kekuasaan

"Hukum harus menjadi panglima tertinggi tanpa memandang status, jabatan, maupun latar belakang seseorang. Semangat Hari Pahlawan harus menjadi pengingat bahwa keberanian sejati adalah memperjuangkan kebenaran meskipun menghadapi berbagai tantangan," ujar Perwakilan Keluarga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jeremi Sianturi.

Dalam pernyataannya, mahasiswa menyebut mereka mendukung Polri selama institusi tersebut hadir dan bekerja bersama masyarakat.

BACA JUGA: Peluncuran Buku Feith, Bonnie Triyana Soroti Relevansi Demokrasi 1950-an

Mereka menilai masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri melalui berbagai kegiatan pelayanan, mulai dari membantu korban banjir dan bencana, mengawal arus mudik dan balik, hingga membuka ruang dialog dengan mahasiswa.

Mahasiswa juga menyoroti pendekatan humanis aparat kepolisian dalam mengamankan aksi demonstrasi, serta peran Bhabinkamtibmas yang mereka nilai menjadi penghubung sekaligus sahabat masyarakat.

BACA JUGA: Brigjen Agus Bhakti: Perang Kognitif Tantangan Baru Pertahanan & Demokrasi Indonesia

"Mahasiswa bukanlah lawan Polri, melainkan mitra perjuangan dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, dan demokrasi," jelas Jeremi.

Di sisi lain, para mahasiswa mengecam segala bentuk provokasi dan tindakan perusakan fasilitas umum yang mereka nilai dapat merusak demokrasi serta memecah belah persatuan bangsa.

Mereka turut mengajak seluruh elemen mahasiswa se-Jabodetabek untuk menjadi mitra kritis dan konstruktif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Para mahasiswa ini juga menyampaikan penolakan terhadap intervensi asing maupun kepentingan politik praktis yang mereka nilai berupaya melemahkan institusi Polri dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Perjuangan generasi muda saat ini tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui gagasan, dialog, dan keteladanan," kata Jeremi.

Di momentum Hari Pahlawan 10 November nanti, para mahasiswa meminta Kapolri memberikan kebijaksanaan dan pertimbangan kemanusiaan guna membebaskan rekan-rekan massa aksi yang masih ditahan di berbagai wilayah seluruh Indonesia.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Diduga Bocorkan Informasi Penanganan Kasus ATR/BPN 2 Pegawai KPK Dilaporkan ke Dewas
• 15 jam lalu
0
thumb
Dr Tifa Ungkit Kapolri Lama saat Singgung RJ Jokowi, Kini Tantang Suyudi Usut Dugaan Malpraktik
• 23 jam lalu
0
thumb
5 Arti Mimpi Tersesat di Luar Negeri, Benarkah Menjadi Pertanda Perubahan Besar dalam Hidup?
• 14 jam lalu
0
thumb
Istana Bersih-Bersih Setelah Presiden Prabowo Disadap Jenderal Listyo
• 4 jam lalu
0
thumb
Empat negara Arab kecam upaya serangan rudal ke Madinah
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.