Jakarta: Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Hervé Delphin, menyatakan optimisme terhadap penguatan hubungan Indonesia dan Uni Eropa setelah menyerahkan surat kepercayaan kepada Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, Jumat, 6 November 2026.
Ia berharap kerja sama kedua pihak memasuki babak baru melalui Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) dan Kemitraan Strategis Komprehensif.
Dalam unggahan di akun media sosial X, Delphin mengatakan hubungan Uni Eropa dan Indonesia berpeluang mencapai tingkat yang lebih tinggi melalui kedua kerangka kerja sama tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyerahkan surat kepercayaan kepada Yang Mulia Presiden Prabowo hari ini. Hubungan Uni Eropa dan Indonesia akan mencapai tingkat yang lebih tinggi melalui CEPA dan Kemitraan Strategis Komprehensif, yang menghadirkan kemakmuran bersama bagi masyarakat dan dunia usaha serta stabilitas bagi dunia,” tulis Delphin.
Ia menutup unggahannya dalam Bahasa Indonesia, “Lebih kuat bersama."
Penyerahan surat kepercayaan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, sebagai bagian dari upacara penerimaan 11 duta besar negara sahabat oleh Presiden Prabowo di hari Jumat.
Penguatan hubungan ekonomi menjadi salah satu agenda utama dalam kemitraan Indonesia-Uni Eropa. Kedua pihak menyelesaikan perundingan CEPA pada 23 September 2025 setelah proses negosiasi yang dimulai pada 2016.
Perjanjian tersebut dirancang untuk memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta mendorong pembangunan berkelanjutan.
Pada Juni 2026, Komisi Eropa mengajukan proposal kepada Dewan Uni Eropa untuk menyimpulkan perjanjian tersebut. Pemerintah Indonesia juga telah membahas proses ratifikasi dan percepatan implementasi CEPA bersama perwakilan Uni Eropa pada Agustus 2026.
CEPA disebut berpotensi memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi Indonesia serta Uni Eropa.
Hubungan perdagangan kedua pihak juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Menurut data Komisi Eropa, perdagangan barang Indonesia-Uni Eropa mencapai 28,9 miliar euro pada 2025. Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar keempat bagi Indonesia, dengan kontribusi sekitar 6 persen terhadap total perdagangan Indonesia.
Selain perdagangan, kerja sama Indonesia-Uni Eropa mencakup investasi, transisi energi, pembangunan berkelanjutan, konektivitas, pendidikan, serta tata kelola dan keamanan.
Kedua pihak juga bekerja sama melalui berbagai inisiatif, termasuk Kemitraan Transisi Energi yang Adil (JETP) untuk mendukung peralihan Indonesia menuju energi bersih.
Baca juga: Pemerintah Targetkan IEU-CEPA Berlaku Awal 2027





Komentar (0)