Banjir Rendam 22 Desa, Pidie Jaya Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Sabang, VIVA - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari menyusul banjir yang melanda 22 gampong atau desa di wilayah tersebut. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat penanganan dampak banjir, termasuk memastikan keselamatan warga, memperbaiki infrastruktur terdampak, dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan penetapan status tanggap darurat dilakukan berdasarkan kondisi faktual di lapangan, hasil kaji cepat, serta rekomendasi dari instansi teknis terkait. Status tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat langkah penanganan bencana.

Baca Juga :
Satgas PRR Salurkan Tali Asih kepada Puluhan KK Terdampak Banjir di Pidie Jaya, Uang hingga Bahan Pokok
Pastikan Aceh Bangkit, Fasilitas Air Bersih Diresmikan di Pidie Jaya

"Status tanggap darurat menjadi landasan percepatan tindakan pemerintah, bukan sekadar keputusan administratif, terutama untuk memastikan keselamatan warga, penanganan dampak bencana, dan keberlangsungan pelayanan dasar masyarakat," katanya.

Keputusan tersebut ditetapkan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam rapat koordinasi penanganan bencana yang berlangsung pada Kamis (5/11/2026) malam.

Menurut Sibral, keputusan itu mempertimbangkan tingkat urgensi penanganan berdasarkan paparan kondisi wilayah yang terdampak banjir. Dengan status tanggap darurat, pemerintah daerah memiliki landasan untuk mengoordinasikan berbagai langkah penanganan secara lebih cepat.

"Penetapan status tanggap bencana berdasarkan urgensi penanganan tergambar dari paparan kondisi wilayah terdampak yang disampaikan dalam rapat," kata Sibral Malasyi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya Okta Handipa menyampaikan bahwa banjir yang terjadi pada akhir pekan lalu berdampak terhadap 22 gampong di lima kecamatan.

Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 762 warga terdampak. Selain itu, empat kepala keluarga di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, terpaksa mengungsi akibat banjir.

"Sebanyak 762 warga terdampak bencana alam tersebut. Sedangkan empat kepala keluarga di Gampong Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, mengungsi akibat banjir," katanya.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan warga yang rumahnya terendam. Sejumlah infrastruktur juga membutuhkan penanganan segera, termasuk tiga titik tanggul yang mengalami kerusakan atau memerlukan perbaikan.

Fasilitas umum turut terdampak. Selain itu, banjir menyebabkan gangguan pelayanan air bersih yang dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM), khususnya di wilayah Kecamatan Panteraja.

Baca Juga :
Pastikan Percepatan Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya, Kasatgas Tito: Sudah Banyak Perubahan
Madrasah di Pidie Jaya Hilang Diterjang Banjir Bandang, Hanya Tersisa Fondasi Pagar
Akses Vital, Waka DPR Cucun Minta Konektivitas Jalan di Pidie Jaya Jadi Prioritas

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege untuk Pendidikan Buah Hati di Sequoia School
• 10 jam lalu
0
thumb
Kasus Mpox di Negara Tetangga RI Tembus 470, Tiga Orang Meninggal
• 17 jam lalu
0
thumb
Kaca KRL Pecah Dilempar OTK di Bekasi-Kranji
• 4 jam lalu
0
thumb
Perkenalkan Budaya dan Sejarah, Kedubes Rusia Buka Russian Space di Istiqlal
• 6 jam lalu
0
thumb
Macet Parah di Jalan Kol Yos Sudarso, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Minta Warga Rela Lepaskan Lahan untuk Pelebaran Jalan
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.