Harga Emas Melejit Nyaris 5%, Kembali ke Level US$4.000-an

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

Sabang, CNBC Indonesia - Harga emas dunia di pasar spot bangkit dari keterpurukan pekan lalu dan mencapai level di atas US$4.000-an per troy ons.

Mengutip Refinitiv pada perdagangan Jumat (7/11/2026), harga emas spot tercatat di US$4.062,5 per troy ons atau turun 0,62% dari hari sebelumnya. Sementara secara mingguan, harga emas dunia tercatat menguat 4,82% dibandingkan pekan lalu.

Lonjakan harga emas pekan ini dipantik oleh kemenangan telak Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) sekaligus kekalahan Partai Republik pendukung Presiden Donald Trump yang menekan indeks dolar (DXY).

Kemenangan besar Demokrat dalam pemilu paruh waktu AS membuat dolar sempat melemah ke level terendah dalam lebih dari sebulan ke 101,5 pada tengah pekan ini. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun juga berada di sekitar level terendah dalam hampir dua bulan.

Pelemahan dolar meningkatkan daya tarik emas karena membuat logam mulia yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR AS, sekaligus mencetak kemenangan di sejumlah wilayah yang selama ini menjadi basis Partai Republik. Hasil tersebut menjadi pukulan politik bagi Presiden Donald Trump.

Analis American Gold Exchange, Jim Wyckoff, mengatakan emas turut mendapat dukungan dari potensi kebuntuan politik di Kongres AS.

Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat sejumlah agenda legislasi dan menekan pertumbuhan ekonomi, sehingga membuka ruang bagi The Fed untuk mengambil kebijakan moneter yang lebih longgar.

Namun, tekanan inflasi masih membayangi pasar. Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan ekspektasi kenaikan suku bunga belum sepenuhnya hilang. Namun, pelemahan harga energi memunculkan harapan bahwa tekanan inflasi akan mereda sehingga kebutuhan The Fed untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut berpotensi berkurang.

"Belum berarti ekspektasi kenaikan suku bunga benar-benar menghilang. Dengan melemahnya harga energi, ada harapan kekhawatiran inflasi akan mereda dan kebutuhan untuk menaikkan suku bunga ke depan menjadi lebih kecil," ujar Meger, dikutip dari Refinitiv.

Sementara itu, bank sentral Polandia telah mencapai target cadangan emas sebesar 700 ton metrik yang sebelumnya ditetapkan. Meski demikian, bank sentral tersebut masih membuka peluang untuk menambah kepemilikan emasnya.

CNBC INDONESIA RESEARCH

(ras/ras)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Pastikan Eksportir Tidak Ada Kekhawatiran dengan Kehadiran DSI Mulai 2027
• 14 jam lalu
0
thumb
Tanggapan Menteri PU Dody Soal Dugaan Nepotisme Wamen Diana
• 7 jam lalu
0
thumb
CPNS 2026 Mulai Dipersiapkan, MA Siapkan 2.830 Formasi CPNS dan 1.600 Calon Hakim, Bagaimana dengan Formasi Guru?
• 12 jam lalu
0
thumb
9 Rekomendasi Film Bioskop Indonesia yang Tayang November 2026
• 20 jam lalu
0
thumb
Lansia di Salatiga Tanam 85 Ganja di Pot: Buat Konsumsi Pribadi, Kini Berakhir Bui
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.