Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melaporkan perkembangan insiden kecelakaan Helikopter Mi-17V5 kepada Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara berduka atas peristiwa tersebut.
"Saya pribadi via telepon sudah meng-update kepada Presiden, dan Bapak Presiden Prabowo juga menyampaikan bela sungkawa, duka yang mendalam," ujar Raja Juli dalam keterangan yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Jumat, 6 November 2026.
Baca Juga :
Jenazah Terakhir Kru Heli Pemadam Karhutla di Kalteng Berhasil DievakuasiSebelumnya, fokus utama tim menemukan satu korban yang masih hilang atas nama Sertu (Anum) Heri Teguh Prasetyo. Jenazah Heri akhirnya ditemukan.
Dia gugur dalam kecelakaan helikopter TNI-AD saat misi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng). Jenazah berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Proses evakuasi jenazah tersebut berlangsung lancar Jumat, 6 November 2026, sekitar pukul 09.15 WIB.
"Dari titik penemuan, jenazah langsung diangkut menggunakan speedboat milik Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung untuk menjalani persiapan pemulangan ke kampung halaman di Kediri," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, dikutip dari Antara, Jumat, 6 November 2026.
Upacara pelepasan jenazah prajurit TNI korban jatuh helikopter Mi-17V5 menuju pesawat untuk diberangkatkan ke kampung halaman melalui Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalteng, Kamis, 5 November 2026. Foto: ANTARA/Edy Faisal.
Heri merupakan bagian dari delapan awak helikopter Mi-17V-5 dengan nomor registrasi HA-5235 milik Dinas Penerbangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) yang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi penanggulangan karhurla di Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu, 4 November 2026.
Dengan penemuan ini, ada tiga personel TNI yang gugur dalam tugas. Dua jenazah sebelumnya sudah dimakamkan secara militer. Sedangkan, personel lainnya dalam penanganan medis.
Lima kru yang selamat yakni Kapten Korps Penerbangan Febri, Kapten Korps Penerbangan Sugand, Letnan Dua Korps Penerbangan Fercis, Prajurit Satu Gilang, dan Sersan Kepala Kadiya, telah dievakuasi dari Kuala Pembuang menuju Banjarmasin.





Komentar (0)