Tapanuli Selatan: Warga Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara (Sumut), resah menyusul laporan kemunculan harimau di sekitar kawasan permukiman. Selain penampakan, warga juga mengaku mendengar suara auman pada malam hari.
"Laporan awal mengenai kemunculan satwa tersebut diterima pihaknya dari jajaran kepolisian Tapanuli Selatan setelah seorang warga mengaku melihat langsung harimau melintas pada malam hari," ujar Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan Susilo Ari Wibowo, Jumat, 6 November 2026.
Baca Juga :
Jejak Harimau Sumatra Ditemukan Dekat Permukiman di KamparSusilo menjelaskan kawasan tersebut memang riwayatnya merupakan jalur perlintasan alami harimau untuk berpindah antarhutan. Persoalannya, jalur ini berdekatan dengan aktivitas warga, mulai dari kompleks sekolah, permukiman, hingga perkebunan, sehingga berpotensi memicu konflik manusia dan satwa liar.
Jejak kaki yang diduga merupakan jejak harimau ditemukan petugas saat melakukan penyisiran di Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. F/MI-Januari Hutabarat
Hingga kini, BKSDA terus menyiagakan personel di lapangan guna memantau arah pergerakan satwa dan memvalidasi setiap temuan baru. BKSDA juga telah berkoordinasi dengan aparat pemerintah setempat, pihak sekolah, dan pengelola perkebunan sebagai langkah antisipasi dini.
Warga diimbau tetap tenang dan waspada, khususnya saat beraktivitas di sekitar perkebunan maupun pinggir hutan. BKSDA melarang keras warga mendekati, mengejar, apalagi mengusir harimau secara mandiri.
"Setiap informasi mengenai penampakan maupun temuan jejak baru hendaknya segera dilaporkan kepada petugas BKSDA atau aparat setempat," pesan Susilo.





Komentar (0)