Pemprov Jateng minta Baznas-LazisMu bersinergi atasi kemiskinan

antaranews.com
10 jam lalu
Cover Berita
Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) memperkuat sinergi dalam menangani kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Jumat, mengatakan kolaborasi antarlembaga pengelola zakat, baik pemerintah maupun swasta, penting agar dana umat dapat memberikan manfaat lebih luas dan berkelanjutan.

“Ini saya berharap ada kolaborasi, ada sinergi sehingga kesejahteraan itu benar-benar berdampak," katanya saat Muhammadiyah Zakat Summit 2026 di Semarang.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menilai pengelolaan dana zakat tidak cukup hanya berorientasi pada penyaluran bantuan.

Menurut dia, pengelola zakat perlu memastikan dana yang dihimpun dapat dimanfaatkan secara produktif, tepat sasaran, dan memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat.

Baca juga: Baznas Jateng himpun ZIS mencapai Rp367 miliar dalam satu dekade

Karena itu ia berpesan kepada para pimpinan dan pengurus LazisMu agar memperhatikan kebermanfaatan program secara detail, termasuk memastikan dana yang disalurkan mampu berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi berbagai program LazisMu yang mampu menjawab persoalan sosial masyarakat, salah satunya program Muhammadiyah Water Care di Kabupaten Sragen yang membantu mengatasi kekeringan melalui penyediaan air siap minum.

Program tersebut dinilainya dapat menjadi contoh kolaborasi antara lembaga zakat dan pemerintah dalam menangani persoalan mendasar masyarakat.

Pemprov Jateng juga mengembangkan Program Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) bersama Baznas untuk memperkuat ketahanan air melalui pembangunan sumur resapan, salah satunya diterapkan di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.

Ia mengatakan wilayah yang sebelumnya rutin mengalami kekurangan air hingga membutuhkan distribusi saat musim kemarau kini mampu bertahan tanpa bantuan distribusi air.

Diharapkan, program-program serupa dapat dikembangkan melalui kolaborasi LazisMu, Baznas, dan pemerintah daerah, untuk mengatasi kekeringan sekaligus persoalan sosial lainnya.

Baca juga: Lazismu salurkan Rp516 miliar dana umat, dorong zakat berkelanjutan

Sementara itu Ketua Badan Pengurus LazisMu Pusat Ahmad Mujadid Rais menyebutkan pihaknya menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara nasional saat ini mencapai Rp827,69 miliar

Dari jumlah tersebut, dana yang telah disalurkan mencapai Rp635,02 miliar, dengan Allocation Collect Ratio (ACR) nasional sebesar 76,62 persen yang telah menjangkau 132.225 penerima manfaat.

Selain strategi penghimpunan, kata dia, LazisMu juga mengoptimalkan sembilan program strategis nasional sebagai pilihan bagi masyarakat dalam menyalurkan ZISsesuai kebutuhan dan persoalan sosial yang ingin diselesaikan.

Sembilan program tersebut, meliputi Back to Masjid, Kampung Berkemajuan, Save Our School, Layanan Akses Kesehatan Pusat, Ketahanan Pangan, Muhammadiyah Water Care, Pengelolaan Sampah dan Limbah, Kemanusiaan dan Advokasi, serta Indonesia Siaga.

Baca juga: Lazismu catat penghimpunan dana Rp827,69 miliar




Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kepergok Curi Motor, Pria Bawa Airsoft Gun dan Golok di Bogor Diamuk Massa
• 11 jam lalu
0
thumb
Angin Kencang Terjang Ciseeng Bogor, 2 Rumah dan PAUD Rusak
• 2 jam lalu
0
thumb
Mahfud MD Singgung Kemungkinan Makar di Balik Penyadapan Prabowo: Melalui Sabotase
• 19 jam lalu
0
thumb
Wabah Penyakit Menular Merebak di Lingkungan Sekolah Tiongkok, Obat-obatan dan Masker Jadi Langka
• 12 jam lalu
0
thumb
Marukawa jadi Pahlawan Kemenangan Tangsel Warriors di Markas Laskar Mataram
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.