Bobby Rasyidin Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) membantah kabar yang menyebut bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang sekitar Rp2 miliar dari dirinya.
Melansir Antara, Booby menyampaikan bahwa dirinya saat ini sedang berada di Yogyakarta untuk melakukan kunjungan dalam rangka inspeksi keselamatan di sejumlah perlintasan sebidang menjelang angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
“Hari ini saya berada di Yogyakarta untuk melakukan inspeksi guna memastikan keselamatan di perlintasan sebidang,” katanya, Jumat (6/11/2026).
“Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar,” tegas Bobby.
Meski begitu, Bobby tidak memberikan keterangan lebih lanjut. Dia hanya meminta doa dan dukungan dari pelanggan Kereta Api Indonesia serta seluruh masyarakat agar perjalanan kereta api selama periode libur Natal dan Tahun Baru berjalan aman, selamat, dan lancar.
Diberitakan sebelumnya, KPK menyita uang senilai Rp2 miliar dari Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) berinisial BR terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan digitalisasi SPBU PT Pertamina (Persero) tahun 2018–2023.
“Benar, dalam penyidikan perkara itu telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp2 miliar dari salah seorang saksi, saudara BR,” kata Budi Prasetyo Juru Bicara KPK.
Pada kesempatan berbeda, Achmad Taufik Husein Direktur Penyidikan KPK membenarkan penyitaan tersebut. Namun, dia tidak mengungkapkan jumlah uang yang telah disita KPK dari BR.
“Iya betul. Penyidik sudah melakukan penyitaan,” kata Taufik.(ant/kir/iss)





Komentar (0)