Siswi SMK di Karanganyar Meninggal saat Napak Tilas Joko Songo, Ibu Kaget saat Dikabari Anak Kritis, Ini Kronologinya

grid.id
9 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang siswi SMK di Karanganyar meninggal saat mengikuti acara Napak Tilas Joko Songo dalam rangka memperingati hari jadi ke-109 Kabupaten Karanganyar. Sang ibu mengaku kaget saat dikabari anaknya dalam kondisi kritis sebelum akhirnya meninggal dunia.

Seorang siswi SMKN 1 Karanganyar bernama Califa Marwa Nabila (16), mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit usai mengikuti acara Napak Tilas Joko Songo pada Rabu (4/11/2026) malam. Kegiatan tahunan yang rencananya akan berlangsung hingga Jumat (6/11/2026) ini pun langsung dihentikan pasca peristiwa tersebut.

Califa diduga kelelahan setelah mengikuti kegiatan berjalan kaki sejauh 18 kilometer yang digelar oleh Pemkab Karanganyar, Jawa Tengah tersebut. Kegiatan yang diikuti oleh 352 siswa dari sejumlah sekolah di Karanganyar ini melewati rute Mojoroto, Mojogedang, Karangpandan, Matesih, hingga garis akhir di bumi perkemahan Delingan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Kurniadi Maulato membenarkan adanya satu siswi SMK di Karanganyar meninggal saat Napak Tilas Joko Songo. Korban tercatat sebagai warga Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Sebelum meninggal dunia, Califa sempat pingsan dan dirawat di RSUD Kartini Karanganyar.

"Satu peserta Napak Tilas Joko Songo meninggal dunia setelah sebelumnya pingsan dan sempat mendapat perawatan di RSUD Kartini Karanganyar," kata Kurniadi, dikutip dari Tribun Solo, Jumat (6/11/2026).

Kurniadi menjelaskan bahwa Califa mulai mengeluh kelelahan saat perjalanan sampai di hutan karet timur Pondok Pesantren MTA, yang berjarak 4 kilometer dari titik start awal. Di tempat ini, dirinya mulai kelelahan hingga muntah-muntah.

"Korban sempat mendapat perawatan di RSUD Kartini Karanganyar setelah mengeluh kecapekan serta muntah-muntah," lanjutnya.

Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) kemudian memberikan penanganan pertama kepada Califa dan dirinya dibawa ke homestay pangkalan di wilayah Jumok, Delingan, agar bisa beristirahat. Namun kondisinya belum stabil dan akhirnya dilarikan ke RSUD Kartini Karanganyar pada pukul 13.00 WIB.

Namun, setelah sempat mendapatkan perawatan, Califa dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.10 WIB.

"Korban dibawa ke homestay pangkalan di wilayah Jumok, Delingan untuk istirahat karena kondisi belum stabil langsung dibawa ke RSUD Kartini Karanganyar pukul 13.00 WIB dan langsung mendapatkan, namun korban dikabarkan meninggal pukul 19.10 WIB," jelas Kurniadi.

 

Kesaksian Ibu Califa

Sebelum siswi SMK di Karanganyar meninggal saat Napak Tilas Joko Songo, dirinya sudah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Ibu Califa, Martalia Anggun (42) mengungkap bahwa putrinya dalam kondisi kurang sehat sejak awal mengikuti acara tersebut.

Menurut Anggun, kesehatan anaknya telah menurun sejak mengikuti latihan jalan kaki di sekolah selama sekitar satu minggu. Sebagai persiapan napak tilas, Califa menjalani latihan jalan kaki sejauh satu kilometer per hari.

Melihat kondisi anaknya menurun, Anggun mengaku telah melarangnya untuk melanjutkan kegiatan. Namun, remaja 16 tahun itu tetap ingin mengikuti acara tersebut.

"Kalau lengkap saya kurang tahu, tapi dari awal sudah sakit, sebelum napak tilas, di sekolah sudah seminggu terakhir sudah latihan jalan per hari sekilo, fisiknya sudah drop duluan, sudah saya ingatkan, tapi anaknya nekat, ya gimana saya melarang, karena anaknya yang mau sendiri," kata Anggun.

Sebelum acara berlangsung, Califa rupanya juga sempat mengalami diare dan kehilangan nafsu makan. Akan tetapi, dirinya tetap bertekad untuk mengikuti acara.

"Anak saya sempat mengalami diare hingga tak nafsu makan menjelang hari H, namun tekadnya besar, setiap hari latihan terus," lanjutnya.

Anggun juga mengaku sempat berkomunikasi dengan putrinya pada Selasa (3/11/2026) malam. Saat itu putrinya tengah berada di Delingan Homestay dan kondisinya sedang tidak stabil.

Kepada ibunya, Califa mengaku sudah membaik, namun dirinya masih mengalami muntah saat makan.

"Saat Selasa malam posisi anak saya sudah Delingan Homestay, kemudian saya tanya anak saya via WA, dia bilang udah baikan, namun makan muntah, terus saya bilang makannya sedikit-sedikit dulu dan saya WA lagi dan kondisinya sudah baik," kata Anggun.

Setelah komunikasi tersebut, Anggun mengaku baru menerima kabar terbaru dari putrinya pada Rabu (4/11/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Anggun kaget karena putrinya dikabarkan telah kritis di IGD RSUD Kartini Karanganyar.

 

"Pukul 14.00 WIB, saya dapat kabar anak saya IGD RSUD Kartini Karanganyar, dalam kondisi kristis, setelah itu anak saya dibawa ke ICU dalam kondisi setengah sadar, geraknya tak menentu, hingga denyut berdebar kencang ," ujarnya.

Califa juga sempat ditangani di ICU dan ditangani oleh dokter spesialis jantung. Selain itu, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan rujukan ke RSUD Dr. Moewardi Solo.

Namun kondisi Califa terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 19.10 WIB. Jenazah Califa kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Rangkaian Peringatan Hari Jadi Karanganyar

Dilansir dari Kompas.com, acara Napak Tilas Joko Songo ke-31 ini digelar sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-109 Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang bernuansa kebangsaan ini diikuti oleh 352 pelajar tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Karanganyar.

Tak hanya napak tilas, beragam agenda digelar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Karanganyar tersebut, antara lain lomba petualangan, lomba seni, hingga kegiatan edukatif lainnya.

Atas peristiwa siswi SMK di Karanganyar meninggal saat Napak Tilas Joko Songo, Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan panitia penyelenggara menyampaikan duka cita mendalam.

Tak hanya itu, pihak panitia juga akan melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan penjelajahan lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan serta kesiapan fisik peserta dalam agenda-agenda serupa di masa mendatang. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Tumbuh 7,39 Persen, Pemko Pekanbaru Raih Penghargaan Nasional
• 7 jam lalu
0
thumb
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam-Diam
• 23 jam lalu
0
thumb
Berbeda dengan Nikel, Kuota Produksi Bauksit 2027 Tak Dipangkas
• 3 jam lalu
0
thumb
Simak Pernyataan Kapolri Jenderal Suyudi soal Kasus Penyadapan Presiden
• 23 jam lalu
0
thumb
Korlantas Polri Tegaskan Kabar SIM Gratis 2026 Hoaks, Ini Penjelasannya
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.