Gubernur Jakarta Pramono Anung menargetkan pembangunan jalan layang non-tol (JLNT) PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Muara Karang atau JLNT Pluit rampung dalam waktu tiga bulan. Proyek tersebut diketahui belum juga selesai sejak dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pramono mengatakan penyelesaian proyek tersebut telah diputuskan dalam rapat tingkat Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11/2026). Dia meminta jajarannya segera menuntaskan pembangunan JLNT tersebut.
"Saya memutuskan untuk diselesaikan. Dan saya memberikan batas waktu maksimum 3 bulan untuk diselesaikan," kata Pramono, kepada wartawan, Jumat (6/11).
Pramono menyebut keberadaan JLNT tersebut akan memberikan dampak terhadap kemacetan di sekitar kawasan Pluit. Menurutnya, proyek itu sudah lama dinantikan masyarakat.
Pramono mengaku belum mengetahui secara pasti alasan proyek tersebut tak kunjung rampung. Namun, berdasarkan hasil pembahasan, persoalan komunikasi dan kepercayaan menjadi salah satu kendala utama penyelesaian proyek.
"Kenapa hal sederhana? Komunikasi. Dan juga tidak ada trust, percaya. Karena tidak ada komunikasi, tidak ada trust, begitu gubernur yang sebelumnya yang membangun di era Pak Ahok yang belum selesai, nggak ada yang melanjutkan," jelasnya.
Pramono mengatakan telah turun tangan sekitar dua pekan lalu untuk membuka komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Dia kemudian menugaskan Asisten Pembangunan untuk memimpin langsung proses penyelesaian proyek tersebut.
Menurutnya, pendekatan dialog akhirnya menghasilkan titik temu dan kesepakatan sehingga pembangunan JLNT Muara Karang bisa dilanjutkan.
"Bahkan saya sebenarnya minta waktu 1 bulan tapi mereka menawar 3 bulan, ya enggak apa-apa, yang penting yang paling penting selesai. Dan yang paling penting adalah bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Terkait pembiayaan, Pramono menyebut penyelesaian proyek akan menggunakan skema creative financing. Dia memastikan penyelesaian JLNT tersebut tidak akan menjadi beban APBD.
Pramono telah meminta Asisten Pembangunan untuk menghitung skema pembiayaan bersama pihak kontraktor atau pengembang yang terlibat dalam pembangunan proyek tersebut.
"Yang penting tidak menjadi beban APBD. Tapi saya yakin akan selesai dalam tiga bulan," imbuhnya.
(bel/wnv)






Komentar (0)