Pantau - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet menegaskan penguatan ideologi Pancasila harus menjadi fondasi utama keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat kedaulatan negara, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bamsoet mengatakan Indonesia membutuhkan ketahanan ideologi yang semakin kuat untuk menghadapi persaingan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta masuknya berbagai pengaruh ideologi global.
Menurutnya, penguatan Pancasila tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan pemerintah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Presiden Prabowo memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan kedaulatan bangsa. Penguatan Pancasila harus menjadi gerakan nasional yang diwujudkan melalui kebijakan nyata dan keberpihakan kepada rakyat," ujar Bamsoet seusai menghadiri Rapat Pleno V Wantimpres di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Bamsoet Sebut Pancasila Penting untuk Menjaga Persatuan IndonesiaBamsoet menyoroti keberagaman masyarakat Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama bangsa yang harus terus dijaga.
Ia menyebut Indonesia memiliki lebih dari 280 juta penduduk yang berasal dari sekitar 1.340 kelompok suku.
Menurutnya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan nasional apabila seluruh masyarakat tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila.
Namun, Bamsoet mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan situasi global menghadirkan tantangan baru terhadap persatuan bangsa.
Tantangan tersebut meliputi penyebaran disinformasi, meningkatnya polarisasi sosial, serta masuknya paham ekstrem melalui ruang digital.
Ia menilai pemerintah perlu memperkuat pendidikan kebangsaan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai nilai-nilai Pancasila.
Penguatan ideologi juga dinilai penting untuk menjaga stabilitas politik, keamanan nasional, dan keberlanjutan pembangunan.
Pengguna Internet Capai 235,26 Juta, Pendidikan Pancasila Perlu Masuk Ruang DigitalBamsoet menilai perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan sebagai sarana memperluas pendidikan ideologi Pancasila, khususnya kepada generasi muda.
Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2026, sekitar 235,26 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya jangkauan media digital dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Menurut Bamsoet, pemerintah perlu mengembangkan pendekatan pendidikan kebangsaan yang sesuai dengan kebiasaan dan karakter generasi muda.
Media sosial, teknologi digital, serta kegiatan kreatif dapat digunakan untuk memperkenalkan nilai-nilai Pancasila secara lebih luas.
"Anak muda harus mengenal Pancasila melalui cara yang sesuai dengan zamannya. Gunakan teknologi, media sosial, dan kegiatan kreatif agar mereka bangga sekaligus memahami tanggung jawab menjaga Indonesia," kata Bamsoet.
Ia menekankan pentingnya membangun pemahaman generasi muda terhadap Pancasila di tengah derasnya arus informasi digital.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi penyebaran informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
Bamsoet Minta Kementerian dan Pemerintah Daerah Perkuat Implementasi PancasilaBamsoet mengatakan penguatan ideologi Pancasila perlu dijalankan secara terpadu oleh seluruh kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah.
Menurutnya, setiap instansi memiliki peran dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
Kementerian Dalam Negeri, misalnya, dapat menggerakkan pemerintah daerah hingga tingkat desa untuk memperluas penguatan nilai kebangsaan.
Sementara itu, kementerian yang membidangi pendidikan dapat memperkuat pembentukan karakter kebangsaan melalui kegiatan pembelajaran di sekolah dan perguruan tinggi.
Kementerian Komunikasi dan Digital juga dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital masyarakat.
Upaya tersebut mencakup penanganan penyebaran informasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
Bamsoet menilai koordinasi antarlembaga diperlukan agar penguatan Pancasila tidak berjalan secara terpisah.
Ia juga mengingatkan pentingnya keteladanan aparatur negara dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui pelayanan publik yang bersih dan penegakan hukum yang adil.
Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Rakyat Jadi Wujud Nyata PancasilaBamsoet menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila harus tercermin dalam kebijakan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan salah satu bentuk nyata penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara.
"Cara terbaik memperkuat Pancasila adalah menghadirkan keadilan sosial. Ketika ekonomi rakyat tumbuh, pendidikan semakin merata, dan kesejahteraan meningkat, rasa memiliki terhadap bangsa akan semakin kuat," jelas Bamsoet.
Ia menilai pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan negara.
Penguatan nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai prioritas nasional.
Bamsoet berharap pelaksanaan program pembangunan pemerintah dapat mencerminkan nilai keadilan sosial dan persatuan bangsa.
Wantimpres Bahas Penguatan Ideologi dalam Rapat Pleno VPernyataan Bamsoet disampaikan setelah menghadiri Rapat Pleno V Wantimpres di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Rapat tersebut dihadiri Ketua Wantimpres Pratikno, Wakil Ketua Hatta Rajasa, serta Sekretaris Wantimpres M. Qodari.
Sejumlah anggota Wantimpres turut hadir, antara lain Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Agum Gumelar, Said Aqil Sirodj, Jusuf Wanandi, Budi Gunawan, Soekarwo, Rocky Gerung, dan Chairul Tanjung.
Hadir pula Philip Kuntjoro Widjaja, Budi Santoso Tanuwibowo, Anwar Usman, Margarito Kamis, John Gluba Gebze, Salim Segaf Aljufri, serta Yahya Cholil Staquf.
Bamsoet menegaskan bahwa penguatan ideologi harus menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung keberhasilan pemerintahan dan menjaga persatuan nasional.
"Pancasila harus menjadi kekuatan yang menyatukan seluruh potensi bangsa untuk mendukung keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo. Negara yang kuat lahir dari rakyat yang bersatu, hukum yang adil, dan kesejahteraan yang dirasakan bersama," katanya.





Komentar (0)