JEMBER, ERANASIONAL.COM – Politeknik Negeri Jember (Polije) membuka Pelatihan SMK Go Global Bidang Barista Batch 2 untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi peluang kerja luar negeri. Pembukaan program berlangsung pada Jumat (6/11/2026) dengan peserta dari berbagai daerah.
Program ini terlaksana melalui sinergi Polije dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Timur. Kolaborasi tersebut menghubungkan pelatihan vokasi dengan kebutuhan penyiapan calon pekerja migran Indonesia.
Polije memberikan pembelajaran teknis dan keterampilan komunikasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan barista. Peserta akan menjalani pelatihan selama 18 hari dengan total 180 jam pelajaran.
Ketua Tim Task Force SMK Go Global Polije, Dr. Dhanang Eka Putra, S.P., M.Sc., menyampaikan bahwa materi pelatihan disusun berdasarkan kebutuhan pekerjaan. Materi tersebut meliputi pengenalan kopi, penggunaan mesin espresso, teknik seduh manual, K3, pengembangan keterampilan, dan bahasa Inggris.
“Kami mempersiapkan peserta melalui materi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan barista. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada pengolahan kopi, tetapi juga keterampilan pendukung,” ujar Dhanang.
Polije juga menyediakan instruktur, asisten, serta fasilitas praktik. Peserta akan mengembangkan keterampilan melalui Laboratorium Kopi dan Teaching Factory Coffee and Bakery.
Moh. Asyrofi Niam, peserta asal Kediri, menjadi salah satu peserta yang membidik peluang kerja di Arab Saudi. Ia mengikuti pelatihan karena ingin mengembangkan minatnya dalam bidang barista.
“Saya berharap setelah mengikuti pelatihan ini bisa mendapatkan kesempatan bekerja sebagai barista di Arab Saudi,” kata Asyrofi.
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang telah dimiliki. Sebelumnya, ia sudah mempelajari dasar-dasar meracik kopi.
“Saya memiliki bekal dasar tentang barista. Sekarang saya ingin menambah pengalaman dan memperdalam keterampilan melalui pelatihan ini,” tambahnya.
Dhanang menjelaskan bahwa peluang penempatan tersedia di kawasan Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. Proses penempatan didukung melalui koordinasi dengan KP2MI dan BP3MI Jawa Timur serta perusahaan mitra sesuai mekanisme yang berlaku.
Pembukaan pelatihan ini memperlihatkan komitmen Polije dalam memperkuat pendidikan vokasi berorientasi global. Kolaborasi lintas lembaga diharapkan meningkatkan kesiapan peserta memasuki dunia kerja internasional.






Komentar (0)