BI melaporkan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal III-2026 tumbuh terbatas.
IDXChannel - Bank Indonesia (BI) melaporkan hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) yang mengindikasikan harga properti residensial di pasar primer pada kuartal III-2026 tumbuh terbatas.
Hal tersebut tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada kuartal III-2026 yang tumbuh sebesar 0,58 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal II-2026 sebesar 0,69 persen (yoy).
“Dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III-2026 menurun di seluruh tipe rumah,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, Jumat (6/11/2026).
Secara spasial, dari 18 kota yang disurvei, 7 kota di antaranya mengalami perlambatan pertumbuhan dan 1 kota mengalami penurunan IHPR secara tahunan.
Secara triwulanan, IHPR di pasar primer pada kuartal III-2026 tumbuh sebesar 0,11 persen (qtq), melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh sebesar 0,26 persen (qtq).
Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tercatat kontraksi sebesar 8,43 persen (yoy).
Sementara dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang berasal dari dana internal perusahaan, dengan pangsa sebesar 73,94 persen dari total kebutuhan pembiayaan.
Dari sisi konsumen, lanjut Denny, mayoritas pembelian rumah di pasar primer oleh konsumen dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,68 persen dari total skema pembelian.
(Febrina Ratna Iskana)






Komentar (0)