Psikolog Ungkap Terlalu Sering Mendengar Keluhan Bisa Menguras Energi Emosional, Ini Cara Menghadapinya

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Terlalu sering mendengarkan keluhan dan berinteraksi dengan orang yang terus-menerus berpikiran negatif dapat menguras energi emosional serta memengaruhi suasana hati, sehingga psikolog menyarankan pentingnya menetapkan batasan dalam hubungan sosial.

Psikolog klinis Patricia Dixon, PsyD, menjelaskan bahwa seseorang dapat ikut merasakan ketidakbahagiaan ketika terus berada di lingkungan yang dipenuhi keluhan dan pandangan pesimistis.

"Jika Anda terus-menerus berada di sekitar seseorang yang selalu tidak bahagia, Anda bisa mulai merasa tidak bahagia juga," kata Dixon sebagaimana dikutip dari laman Real Simple, Kamis (5/11/2026).

Menurut para psikolog, menjaga keseimbangan emosional tidak berarti harus menghindari orang yang sedang menghadapi masalah, tetapi perlu memahami batas kemampuan diri dalam memberikan dukungan.

Kebiasaan Mendengar Keluhan Bisa Memengaruhi Suasana Hati

Dalam pembahasan yang dimuat Real Simple, istilah Eeyore digunakan untuk menggambarkan seseorang yang cenderung melihat sisi negatif dari berbagai situasi.

Orang dengan kecenderungan tersebut kerap berfokus pada kemungkinan buruk atau alasan mengapa suatu keadaan tidak akan membaik.

Psikolog klinis sekaligus neuropsikolog forensik Judy Ho, PhD, menjelaskan bahwa seseorang terkadang merasa bertanggung jawab untuk menjaga suasana hati orang lain tetap positif.

Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan kelelahan emosional, terutama ketika berbagai upaya memberikan dukungan terus mendapat tanggapan negatif.

Menurut Ho, kondisi ini dapat membuat seseorang menghabiskan banyak energi untuk mencoba memperbaiki perasaan orang lain.

Psikolog Sarankan Menetapkan Batasan yang Sehat

Psikolog klinis Karen Vincent, LCSW, menyarankan agar seseorang menyampaikan secara baik-baik apabila kebiasaan pesimistis lawan bicara mulai memengaruhi hubungan.

Penyampaian tersebut dapat membantu orang yang bersangkutan menyadari pola perilakunya dan mempertimbangkan perubahan.

Selain berkomunikasi secara terbuka, menetapkan batasan menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi emosional.

Batasan dapat dilakukan dengan mengurangi durasi mendengarkan keluhan atau menentukan topik yang tidak ingin dibicarakan secara berulang.

Seseorang juga disarankan menyediakan waktu untuk berinteraksi dengan orang-orang yang memberikan dukungan dan pengaruh positif.

Langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara memberikan perhatian kepada orang lain dan memenuhi kebutuhan emosional diri sendiri.

Arahkan Percakapan ke Sudut Pandang yang Lebih Seimbang

Judy Ho menyarankan agar seseorang tidak langsung memaksa lawan bicara untuk melihat sisi positif dari setiap masalah.

Sebaliknya, percakapan dapat diarahkan untuk membantu orang tersebut mempertimbangkan kemungkinan lain dari situasi yang dihadapi.

Salah satu pertanyaan yang disarankan Ho adalah "Apa kemungkinan penjelasan lainnya?" untuk mendorong lawan bicara melihat persoalan dari sudut pandang berbeda.

Pendekatan tersebut dapat digunakan tanpa mengabaikan perasaan atau pengalaman yang sedang disampaikan.

Karen Vincent juga menyarankan agar seseorang mengajak lawan bicara menyebutkan satu hal positif setiap kali mengungkapkan keluhan.

Cara ini bertujuan membantu mengimbangi kebiasaan berfokus pada persoalan dengan perhatian terhadap hal-hal yang berjalan baik.

Perubahan Sikap Tidak Bisa Dipaksakan

Meski berbagai pendekatan dapat dilakukan, Judy Ho mengingatkan bahwa seseorang tidak dapat memaksa orang lain menjadi lebih optimistis.

Perubahan pola pikir dan kebiasaan hanya dapat terjadi apabila orang yang bersangkutan memiliki keinginan untuk melakukannya.

Karena itu, seseorang perlu memahami bahwa memberikan dukungan tidak sama dengan mengambil tanggung jawab penuh atas suasana hati orang lain.

Menjaga batasan, mengatur waktu mendengarkan keluhan, dan membangun percakapan yang lebih seimbang menjadi langkah yang disarankan psikolog untuk melindungi kesehatan emosional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Abdul El Sayed Menang Pemilu Senat di Michigan, Muslim AS Bangga: Akhirnya Ada Harapan!
• 8 jam lalu
0
thumb
Ruben Onsu Ogah Damai dengan Sarwendah, Pastikan Mediasi Wanprestasi Gagal
• 58 menit lalu
0
thumb
Pemda DIY Resmi Luncurkan KKI Online Payment, Sultan Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah
• 12 jam lalu
0
thumb
Quiet Quitting Makin Marak, Benarkah Pekerja Kini Enggan Kerja Lebih Keras?
• 2 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Siapkan Insentif Tiket Pesawat hingga Kapal untuk Libur Nataru 2026/2027
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.