Dulu Saling Tawuran, Kini Pemuda Kampung Melayu Latihan Tinju Bersama

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut angka tawuran di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengalami penurunan dari sebelumnya 132 kali pada 2025 menjadi sekitar 20-an kejadian hingga akhir Oktober 2026.

Penurunan tersebut terjadi setelah pemerintah menyediakan fasilitas olahraga, mulai dari lapangan sepak bola hingga sasana tinju untuk menyalurkan aktivitas anak muda.

"Karena secara khusus dampak yang dihasilkan dengan tempat-tempat yang seperti ini, yang seperti dilaporkan oleh Pak Wali kota tadi, dulu di tahun 2025 tawuran di tempat ini lebih dari 130 kali dalam satu tahun," kata Pramono saat meresmikan ring tinju sekaligus Posko Jaga Jakarta di bawah Flyover Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (5/11).

"Tadi dilaporkan sampai dengan akhir Oktober, karena fasilitas ini sudah digunakan untuk pertandingan bola, sarana berlatih tinju, termasuk di yang sebelumnya di Pasar Rebo, di Jakarta Timur ini terjadi penurunan pertama di tempat ini yang luar biasa dari 132 menjadi kurang lebih 20-an lebih. Artinya 100 kali lebih tawuran yang berkurang di tempat ini," lanjutnya.

Keberadaan fasilitas olahraga tersebut membuat anak-anak muda memiliki kegiatan untuk menyalurkan energi mereka. Bahkan, kelompok pemuda yang sebelumnya menjadi lawan tawuran kini mulai saling mengenal dan berteman setelah mengikuti kegiatan bersama.

Resmikan Posko Jaga Jakarta

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga meresmikan Posko Jaga Jakarta yang berada di lokasi tersebut. Dia mengungkapkan, area yang kini dimanfaatkan sebagai posko sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah.

Pramono mengapresiasi penataan lokasi tersebut karena dinilai menjadi contoh penanganan sejumlah persoalan di masyarakat, mulai dari tawuran, sampah, hingga keamanan lingkungan.

"Dan tadi tempat yang kita gunakan untuk Posko Jaga Jakarta adalah tempat pembuangan sampah. Sehingga dengan demikian saya menyampaikan terima kasih, ini contoh yang baik bagi penanganan di lapangan untuk bagaimana mengatasi tawuran, mengatasi sampah, dan juga menjaga keamanan yang ada di Jakarta ini," tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan fasilitas ring tinju tersebut saat ini banyak dimanfaatkan oleh delapan kelompok pemuda yang berada di sekitar Kampung Melayu.

"Keberadaan daripada ring tinju ini memang yang menggunakan sering intensitasnya di sini pasti yang terdekat, yaitu ada 8 kelompok di daerah sini," kata Munjirin.

Meski demikian, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok pemuda yang sebelumnya terlibat tawuran. Anak-anak muda lain yang memiliki minat dan ingin mendalami olahraga tinju juga dipersilakan bergabung.

"Namun tidak menutup kemungkinan untuk kelompok yang memang belum terfasilitasi dan agak jauh, bisa juga untuk bergabung sementara dulu di sini maupun di Pasar Rebo. Jadi memang intinya untuk semua warga anak muda Jakarta Timur, tidak hanya yang biasanya pelaku tawuran saja," jelas Munjirin.

Di sisi lain, Jabar (28), salah satu pelatih tinju di lokasi tersebut, mengatakan pendekatan yang dilakukan kepada anak-anak muda yang sebelumnya terlibat tawuran adalah dengan merangkul mereka, bukan menjauhi atau menghakimi kelompok tertentu.

Menurutnya, olahraga tinju dapat menjadi sarana bagi para pemuda untuk menyalurkan energi sekaligus mencari prestasi melalui kegiatan positif.

"Kita juga enggak bisa nge-judge kelompok A kelompok B ya. Ya kita satu-satunya cara ya merangkul nih mereka-mereka, jangan dijauhin. Karena mereka sebenarnya salah jalan sih. Yang mereka anggap mencari-mencari jati diri padahal salah kan? Sebenarnya mencari jati diri ini di sini nih, lewat apa? Lewat prestasi ya, berprestasi yang hal positif, di ring," ujar Jabar.

Salah satu anggota yang mengikuti latihan tersebut adalah Tri Wahyudi (19). Dia mengaku mulai meninggalkan tawuran setelah menyadari kegiatan tersebut justru merugikan dirinya.

"Karena merugikan. Coba jadi lebih baik aja," ujar Tri.

Tri juga membenarkan bahwa pemuda dari kelompok yang sebelumnya saling bermusuhan kini bisa berlatih bersama di ring tinju Kampung Melayu.

"Benar," jawabnya saat ditanya mengenai perubahan hubungan antarkelompok tersebut.

Menurut Tri, kebersamaan dalam latihan menjadi salah satu hal yang membuat mereka bisa saling mengenal.

"Latihan bareng sih," katanya.

Latihan tinju nantinya akan diatur melalui jadwal yang mencakup beberapa sesi. Rencananya, latihan pagi berlangsung pukul 08.00-10.00 atau 11.00 WIB, sesi sore pukul 15.00-17.00 WIB, dan sesi malam pukul 20.00-22.00 WIB.

Bagi masyarakat yang ingin bergabung, fasilitas ring tinju tersebut terbuka untuk umum. Warga juga diperbolehkan datang secara mandiri untuk berlatih dengan memanfaatkan samsak yang tersedia.

Jabar mengatakan, peserta nantinya akan diperkenalkan dengan sejumlah teknik dasar tinju, mulai dari jab, straight, hook, hingga uppercut. Dalam kegiatan tersebut, terdapat lima orang pelatih yang akan membantu proses latihan.

“Paling dasar dulu, jab, straight, hook, uppercut,” kata Jabar.

Dia menambahkan, fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu, tetapi juga terbuka bagi anak-anak muda yang memiliki minat untuk mendalami olahraga tinju.

“Pelatihnya ada lima orang,” tutupnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Polri Tetapkan Slamet Uliandi Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
• 17 jam lalu
0
thumb
Insentif Mobil Hybrid Masih Dimatangkan bersama Kementerian Terkait
• 2 jam lalu
0
thumb
Diversifikasi Aset Jadi Pilihan, Prudential Indonesia Tawarkan PRUProsper, Asuransi Berbasis USD 
• 22 jam lalu
0
thumb
Prabowo Perintahkan Revitalisasi Stasiun Gambir, Kawasan Monas, hingga Bangun Kereta di Bali
• 13 jam lalu
0
thumb
Breaking News! Polri Tetapkan Irjen Pol Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan Prabowo
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.