Grid.ID - Bayaran pendemo Ruben Onsu di depan stasiun tv kini terungkap. Bocoran isi chat ini jadi buktinya.
Aksi unjuk rasa yang menyasar Ruben Onsu di depan Gedung Trans TV, Jakarta Selatan, mendadak menjadi perbincangan setelah beredar dugaan bahwa para peserta mendapatkan imbalan untuk mengikuti demonstrasi tersebut. Besaran uang yang disebut dalam sebuah pesan grup mencapai Rp40 ribu untuk setiap orang.
Informasi mengenai dugaan bayaran itu disampaikan langsung oleh Ruben melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia membagikan tangkapan layar percakapan yang diduga berkaitan dengan pengaturan aksi demonstrasi.
Pesan tersebut berisi berbagai informasi, mulai dari titik kumpul, jadwal absensi, aturan berpakaian, hingga nominal uang yang dijanjikan kepada peserta.
Selain membahas imbalan, percakapan tersebut juga mencantumkan sejumlah persyaratan yang wajib diikuti oleh orang-orang yang hendak bergabung dalam aksi. Menanggapi hal itu, Ruben memberikan komentar bernada menyindir.
Ia bahkan menyebut telah mengetahui pihak yang diduga berada di balik penyelenggaraan demonstrasi tersebut.
Berdasarkan tangkapan layar yang diunggah, aksi demonstrasi itu rencananya digelar di Gedung Trans TV, kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Para peserta diwajibkan melakukan absensi pada pukul 09.00 hingga 10.00 WIB serta mengenakan pakaian sesuai instruksi yang telah ditentukan.
"Aksi damai Kamis (5/11/2026) lokasi Trans TV Mampang, absen pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Dresscode: cewek kemeja hijab, cowok kemeja panjang sama peci, semua pakai sepatu. Fee: 40 k (Rp 40.000) transfer (tf). Yang mau ikut bisa japri ya," tulis pesan tersebut yang diunggah Ruben Onsu melalui akun Instagram pribadinya @ruben_onsu.
Pengaturan terhadap peserta demonstrasi ternyata tidak hanya mencakup aturan berpakaian dan waktu absensi. Dalam pesan yang beredar, seluruh orang yang telah mendaftarkan diri diminta hadir di lokasi sebelum pukul 10.00 WIB.
Bahkan, mereka yang namanya tidak tercantum dalam daftar peserta juga diperbolehkan untuk ikut bergabung.
"Pukul 10.00 WIB sudah pada sampai semua ya, biar main cepat. Yang tidak ada di listdatang saja enggak apa-apa," tulis pesan tersebut.
Baca Juga: Ruben Onsu Disebut Tak Sanggup Bayar Cicilan Rumah, Pihak Sarwendah Singgung Soal Komitmen
Hal lain yang turut menjadi perhatian adalah adanya penyebutan isu LGBT sebagai salah satu tema yang akan diangkat dalam demonstrasi. Selain itu, percakapan tersebut juga memuat keterangan bahwa aksi unjuk rasa itu tidak berkaitan dengan pihak pemerintah.
"Yang b*ti, b*ti besok jadi laki-laki dahulu ya soalnya besok aksi tentang LGBT dan ini aman ya enggak ada sangkut paut sama pemerintah, dan enggak pakai almameter," tulisnya.
FOTO
Merespons informasi yang beredar, Ruben Onsu memberi isyarat bahwa dirinya telah mengetahui sosok yang diduga menjadi penggerak aksi demonstrasi tersebut. Ia turut menyindir aturan berpakaian yang tercantum dalam pesan koordinasi, sekaligus mempertanyakan ke mana masyarakat harus menghubungi jika ingin bergabung dalam aksi itu.
"Tenang ya dek, enggak usah ngomong karena kita sudah pada tahu kok siapa dalangnya. Seru juga pakai dresscode nih ye, kalau ada yang mau ikut info ke mana untuk demo?" ucapnya.
Tak hanya itu, Ruben juga menyampaikan permohonan maaf kepada warganet karena telah membawa persoalan tersebut ke ruang publik melalui media sosial. Meski demikian, ia kembali menyampaikan sindiran dengan menyinggung sejumlah persoalan pemerintahan yang menurutnya lebih layak menjadi perhatian masyarakat.
"Maaf ya netizen, padahal kan masih ada masalah pemerintahan yang penting tetapi ini enggak mau kalah spotlight nih. Wkwkwk edan, ada saja gebrakannya. Coba netizen info-info dong kalau ada yang tahu cerita jenaka ini," tutupnya. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)