Jakarta, VIVA - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) buka suara saat ditanya mengenai reaksi Roy Suryo yang tertawa ketika dirinya menunjukkan ijazah dalam sidang kasus dugaan ijazah palsu pada Kamis (5/11/2026). Menanggapi hal tersebut, Jokowi meminta semua pihak untuk menunggu keputusan majelis hakim terkait perkara tersebut.
"Ya nanti kita lihat lah keputusan dari majelis hakim seperti itu," kata Jokowi kepada awak media usai menjalani sidang kedua dengan terdakwa dr. Tifa di PN Jakarta Selatan, Kamis malam.
Di sisi lain, Jokowi juga menyampaikan harapannya agar proses persidangan dapat berjalan dengan adil. Ia mengatakan menyerahkan sepenuhnya perkara tersebut kepada majelis hakim dan memilih menunggu hingga putusan pengadilan dibacakan.
"Kita serahkan semuanya kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang terhormat. Saya minta keadilan agar nama baik saya terhadap tuduhan ijazah palsu itu betul-betul bisa diselesaikan dengan baik. Ini kan belum pada tahapan nanti keputusan pengadilan. Jadi kita sabar menunggu dulu," kata dia.
Roy Suryo Ungkap Alasan Tertawa Saat Jokowi Tunjukkan IjazahnyaRoy Suryo mengaku bahwa memang dirinya sempat tertawa saat Jokowi menunjukkan ijazahnya di hadapan majelis hakim dan peserta sidang.
"Saya tadi tertawa dan langsung menyampaikan dengan kata-kata palsu. Kenapa? saya sependapat dengan mas Refly (soal beda ijazah yang ditunjukkan saat gelar perkara)," kata Roy Suryo di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Roy Suryo menjelaskan alasan dirinya menyebut ijazah yang ditunjukkan Jokowi dalam sidang di PN Jakarta Timur hari ini sebagai ijazah palsu. Salah satu alasannya adalah perbedaan kondisi fisik ijazah tersebut dengan ijazah yang pernah diperiksanya di Polda Metro Jaya pada 15 Desember 2025 lalu.
"Tapi yang jelas ijazah itu berbeda dengan ijazah 15 Desember. 15 Desember itu rapih tidak ada rusak di bawah, tidak ada lubang-lubang di bawah. Itu jelas sekali berbeda dan saya sudah memegang ijazah itu. Ditanya ada embos atau tidak, tidak ada," kata dia.
Selain kondisi fisik, Roy Suryo juga menyoroti perbedaan pada bagian watermark di ijazah yang ditunjukkan Jokowi. Menurutnya, watermark pada ijazah tersebut berbeda dengan yang pernah diperlihatkan pada 15 Desember.






Komentar (0)