Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut mendorong peningkatan belanja pemerintah yang menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2026.
Deputi Neraca dan Analisis Statistik (NAS) BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan peningkatan konsumsi pemerintah terutama didorong oleh realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa. Salah satunya berasal dari belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat melalui program MBG.
“Adapun konsumsi pemerintah tumbuh seiring dengan peningkatan realisasi belanja yang didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai terutama pada gaji dan tunjangan ASN, peningkatan realisasi belanja barang dan jasa terutama belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat di antaranya program Makan Bergizi Gratis atau MBG,” kata Edy dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/11).
Berdasarkan data BPS, konsumsi pemerintah pada kuartal III 2026 tumbuh 8,95 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan komponen pengeluaran lainnya.
Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan kontribusi mencapai 51,97 persen. Komponen ini tumbuh 5,04 persen secara tahunan dan memberikan sumber pertumbuhan sebesar 2,62 persen.
Adapun konsumsi pemerintah menyumbang sumber pertumbuhan sebesar 0,62 persen terhadap ekonomi kuartal III 2026. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen secara tahunan.
Edy juga menjelaskan program MBG berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Secara konsep ketenagakerjaan, pekerja yang terlibat dalam program tersebut masuk dalam kategori penduduk bekerja selama memenuhi kriteria bekerja minimal satu jam dalam seminggu untuk memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan.
“Program Makan Bergizi Gratis akan berkontribusi terhadap total penduduk yang bekerja,” ujar Edy.
BPS mencatat penyerapan tenaga kerja dalam program MBG mencapai sekitar 46 ribu orang pada Agustus 2025. Sementara itu, secara keseluruhan jumlah penduduk bekerja pada Agustus 2026 bertambah 1,44 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Edy menambahkan, penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga dipengaruhi oleh penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor lain, termasuk pertanian dan ekonomi lainnya.
Pada Agustus 2026, TPT tercatat sebesar 4,75 persen, turun dibandingkan Agustus 2025. Jumlah penduduk bekerja mencapai 147,99 juta orang.






Komentar (0)