Inflasi Banyuwangi 2,69 Persen, Terendah di Jawa Timur pada September 2026

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANYUWANGI, – Inflasi Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tercatat sebesar 2,69 persen secara tahunan pada September 2026. Capaian ini merupakan yang terendah di Jawa Timur dan lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 3,28 persen.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa capaian positif ini merupakan hasil dari koordinasi lintas sektor yang solid melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Dengan sinergi tersebut, kebijakan pengendalian harga dapat diimplementasikan secara cepat dan terarah.

"Ini adalah hasil kinerja super tim, kerja kolaboratif lintas sektor mulai dari hulu hingga hilir, kelancaran distribusi, hingga keterjangkauan harga di pasar. Kami sampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi dan kolaborasi semua pihak dalam menjaga inflasi daerah," ujar Ipuk di Banyuwangi, Kamis.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Lebih lanjut, Ipuk menjelaskan bahwa tingkat inflasi Banyuwangi tersebut juga lebih rendah jika dibandingkan dengan rata-rata inflasi Jawa Timur yang mencapai 3,33 persen pada periode yang sama. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pengendalian yang dijalankan di daerah.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan kinerja TPID. Fokus utama diarahkan pada penguatan empat aspek penting yang disebut 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Upaya pengendalian ini juga didukung oleh alokasi anggaran melalui APBD serta penguatan sinergi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di pasaran.

Ipuk memastikan bahwa berbagai inovasi dalam pengendalian inflasi akan terus dilaksanakan dengan indikator yang terukur. Tujuannya adalah agar kebijakan yang diambil dapat memberikan dampak nyata secara langsung kepada masyarakat.

"Harga bahan pokok yang stabil, daya beli masyarakat terjaga, serta inflasi Banyuwangi tetap berada dalam sasaran target nasional," tegas Ipuk.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jokowi Ungkap Kemarahan Terkait Kunjungan Dokter Tifa ke Makam Orang Tuanya
• 4 jam lalu
0
thumb
Scam Makin Marak, Nyaris Rp1 Triliun Duit Warga Raib
• 9 jam lalu
0
thumb
Bakal Tayang Akhir Tahun, Ini Sinopsis Drama Korea Sacred Jewel yang Dibintangi Ahn Bo Hyun
• 9 jam lalu
0
thumb
Tak Mau Kalah dari yang Lain, Cakra Khan Ikut Suarakan Keresahan Situasi Indonesia saat ini
• 4 jam lalu
0
thumb
Tunjukkan Ijazah dari SD hingga S1, Jokowi Serahkan Putusan pada Majelis Hakim
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.