Prabowo Jadi Korban Penyadapan, Hercules: Jangan Coba-Coba Ganggu Presiden, Anak Buah Saya Jutaan, Ada Kyai dan Ulama!

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, mengecam dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak semestinya terjadi, terlebih jika dilakukan oleh pihak yang pernah diberi amanah untuk menjaga keamanan presiden dan negara.

Pernyataan itu disampaikan Hercules saat mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (5/11/2026). Ia menilai dugaan penyadapan yang menyeret mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merupakan persoalan serius dan harus diusut hingga tuntas.

"Saya pribadi dan juga sebagai ketua umum organisasi ikut prihatin seorang anggota Polri yang diamanahkan oleh negara untuk membantu presiden menjaga keamanan, justru semestinya tidak melakukan hal seperti itu," kata Hercules.

Ia bahkan menilai dugaan tindakan penyadapan terhadap presiden dan pejabat yang membantu jalannya pemerintahan sebagai bentuk pengkhianatan terhadap bangsa dan negara.

Hercules menegaskan, kasus tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Terlebih, Indonesia merupakan negara hukum yang menjamin kesetaraan setiap warga negara di hadapan hukum.

"Jangan coba-coba ganggu presiden, anak buah saya jutaan ada kiai, ulama, ustaz juga, intinya, itu tidak boleh dibiarkan," ujarnya.

Di sisi lain, Hercules mengaku tidak keberatan apabila dirinya turut menjadi sasaran penyadapan. Ia bahkan mengaku bangga setelah mengetahui namanya masuk dalam daftar pihak yang diduga disadap.

"Kalau saya disadap biarin aja, sudah biasa saya malah bangga, makin terkenal saja. Tapi kalau presiden yang disadap, ini persoalan berbeda," ucapnya.

Lebih lanjut, Hercules menyatakan dukungannya kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk mengusut dan menuntaskan perkara tersebut.

Ia juga menegaskan bahwa GRIB Jaya bersama masyarakat dan kalangan ulama siap mendukung Polri, TNI, serta pemerintahan dalam menjaga keamanan dan stabilitas negara.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Haedar Nashir Harap Penegakan Hukum Kasus Penyadapan Ilegal Dilakukan Transparan
• 14 jam lalu
0
thumb
Program Perbaikan Fuso Canter, Baru 4.000 dari 111 Ribu Unit yang Sudah Ditangani
• 16 jam lalu
0
thumb
Perusahaan Energi Andalan Artha (ANDA) Bersiap IPO, Harga Rp 158 - 189 per Saham
• 17 jam lalu
0
thumb
GENTING Collaboration Summit 2026, BKKBN Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
• 9 jam lalu
0
thumb
Singapura Kerek Denda Perusahaan Terlibat Karhutla hingga 10 Kali Lipat
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.