TRON Gandeng Aulton Garap Teknologi Tukar Baterai, Sasar Armada Komersial

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) menggandeng Aulton New Energy Automotive Technology Co., Ltd. untuk mengembangkan teknologi pertukaran baterai (battery swapping) bagi armada mobil listrik komersial di Indonesia. Kolaborasi ini menyasar operator angkutan penumpang dan barang yang membutuhkan waktu pengisian energi lebih singkat agar produktivitas kendaraan tetap terjaga.

David Santoso dari TRON mengatakan kerja sama tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan infrastruktur energi dengan sistem pengelolaan armada komersial.

“Armada komersial membutuhkan solusi kendaraan listrik yang mampu mengikuti ritme operasional bisnis. Melalui kolaborasi dengan Aulton, kami ingin membangun ekosistem yang menghubungkan infrastruktur energi dan pengelolaan armada agar kendaraan dapat lebih lama melayani pelanggan, mengurangi waktu berhenti, dan memberikan nilai ekonomi bagi operator,” ujar David, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (5/11/2026). 

Teknologi battery swapping memungkinkan baterai kendaraan listrik yang dayanya menipis ditukar dengan baterai yang telah terisi melalui stasiun khusus. TRON dan Aulton menyebut proses pertukaran tersebut dapat berlangsung sekitar 1–2 menit melalui sistem otomatis.

Skema ini menawarkan alternatif terhadap pengisian daya konvensional yang membutuhkan waktu lebih lama. Bagi operator armada, durasi kendaraan tidak beroperasi menjadi salah satu faktor penting karena berpengaruh terhadap frekuensi perjalanan, utilisasi aset, dan potensi pendapatan.

Dalam operasional angkutan penumpang maupun logistik, kendaraan yang harus berhenti berjam-jam untuk mengisi baterai berpotensi kehilangan waktu produktif. Karena itu, teknologi pertukaran baterai ditujukan untuk memungkinkan kendaraan kembali beroperasi lebih cepat, terutama pada armada dengan jadwal perjalanan berulang sepanjang hari.

Dalam kolaborasi tersebut, Aulton membawa teknologi pertukaran baterai otomatis dan sistem pengelolaan baterai. Sementara itu, TRON akan berfokus pada pengembangan ekosistem lokal serta integrasi layanan dengan kebutuhan operator armada di Indonesia.

Sistem yang dikembangkan juga didukung pemantauan digital untuk mengawasi kondisi baterai, mengelola siklus penggunaan, dan mendukung operasional stasiun pertukaran. Pengelolaan tersebut diperlukan untuk menjaga konsistensi layanan sekaligus memastikan baterai dapat digunakan sesuai kebutuhan operasional.

Meski demikian, TRON dan Aulton belum mengungkapkan nilai investasi, jumlah stasiun pertukaran baterai yang akan dibangun, target kendaraan yang dilayani, maupun jadwal implementasi komersial di Indonesia.

Aspek tersebut menjadi penting untuk mengukur skala dan dampak ekonomi kolaborasi, terutama terkait kesiapan infrastruktur, biaya operasional, serta model bisnis yang akan diterapkan kepada operator armada.

Kedua perusahaan menargetkan kolaborasi ini dapat membangun ekosistem yang menghubungkan infrastruktur pertukaran baterai, pengelolaan energi, dan kebutuhan operasional kendaraan komersial. Pengembangan tersebut diharapkan memperluas penggunaan kendaraan listrik pada sektor transportasi dan logistik sekaligus mendukung efisiensi operasional serta pengurangan emisi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DPTPH Kaltim instruksikan 10 daerah terbitkan edaran sisa pangan
• 14 jam lalu
0
thumb
Mainkan 2 Pertandingan pada Hari Pertama Singa Cup 2026 Girls U14, MilkLife Kickers Petik Pelajaran Berharga
• 13 jam lalu
0
thumb
Sambut Hari Guru 2026, Kemenag Siapkan 40 Ribu Kouta PPG Tahun Ini
• 10 jam lalu
0
thumb
5 Hal Diketahui soal Ricuh Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta
• 23 jam lalu
0
thumb
Kodaeral IX Ambon Tuntaskan Penanganan Karhutla di Maluku Tengah, 50 Hektare Lahan dan 5.000 Pohon Terbakar
• 54 menit lalu
0
Berhasil disimpan.