Amok Bandar Narkoba di Ketapang Ditangkap, Uang Rp 112 Juta Hasil Penjualan Sabu Disita

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Polres Ketapang berhasil membekuk seorang bandar Narkotika jenis sabu berinisial BH alias Amok (45) di kediamannya, Jalan R. Suprapto Gg. Nyiur, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Selasa (3/11/2026) sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 47 kantong plastik klip berisi kristal putih diduga sabu dengan berat total 18,15 gram brutto, uang tunai senilai Rp 112.320.000, timbangan digital dan telepon genggam. Uang senilai 112 Juta rupiah tersebut dikonfirmasi merupakan hasil penjualan sabu yang telah beredar di masyarakat.

Penangkapan Amok bermula dari laporan masyarakat yang resah akan aktivitas peredaran gelap narkoba di wilayah Kelurahan Sampit. Saat petugas mendatangi lokasi pada Selasa sore, tersangka sempat berupaya kabur dan bersembunyi di atas dek (plafon) rumah tetangganya sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Hasil interogasi dan tes urine menunjukkan bahwa tersangka positif mengandu Metamfetamin dan mengakui seluruh barang bukti di kamarnya adalah miliknya. Tersangka juga mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang pemasok berinisial YD yang saat ini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Ketapang, AKBP Putra Pratama, menegaskan bahwa pengungkapan kasus yang menjerat residivis narkoba ini menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Polres Ketapang karena sudah ada Narkoba jenis sabu yang beredar di masyarakat yang dijual oleh pelaku.

"Pengungkapan ini merupakan bentuk keberhasilan sekaligus bahan evaluasi bagi kami Polres Ketapang karena barang haram berupa sabu sebagian besar sudah sempat beredar kepada para pengguna di Ketapang yang tercermin dari angka uang tunai senilai Rp112 juta yang berhasil kita sita. Namun, di sisi lain, ini adalah keberhasilan karena Polres Ketapang berhasil menghentikan langkah bandar residivis ini sehingga ke depan kita dapat menyelamatkan masyarakat dari dampak buruk yang lebih luas," kata AKBP Putra Pratama.

Menurut Kapolres, ancaman Narkoba di wilayah Kabupaten Ketapang menjadi akar terjadinya kejahatan lainnya dan berdampak kepada kualitas Sumber Daya Manusia Kabupaten Ketapang. Kualitas SDM merupakan syarat utama dan fondasi paling krusial untuk kemajuan serta pembangunan Ketapang di masa depan.

Serangan barang haram secara langsung merusak potensi generasi muda dan mengancam masa depan. Oleh karena itu, AKBP Putra Pratama meminta dukungan dari para tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga tokoh adat untuk bersatu dalam perang melawan narkoba.

"Polisi bersama masyarakat dalam perang melawan Narkoba ini, Kami mengimbau kepada masyarakat ketapang, jika ada anak, anggota keluarga atau kerabat yang terlanjur menjadi pengguna narkoba, jangan takut atau ragu untuk melaporkannya kepada Kepolisian untuk mendapatkan rehabilitasi lebih awal sebelum terlambat," imbaunya.

Saat ini, Polres Ketapang masih berupaya melakukan pengejaran terhadap YD, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 Ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru) sebagaimana telah diubah dengan UU No. 1 Tahun 2026 dengan ancaman pidana utama adalah pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BSU 2026 Sebesar Rp900 Ribu Belum Cair, Kemnaker Masih Koordinasikan Anggaran dengan Kemenkeu
• 4 jam lalu
0
thumb
Menghadap Prabowo, Menbud Serahkan Usulan Penerima Gelar Pahlawan Nasional
• 20 jam lalu
0
thumb
Respon Anthony Xie Terkait Keputusan Audi Marissa yang Tetap Ingin Cerai
• 6 jam lalu
0
thumb
3 Prajurit TNI Gugur dalam Kecelakaan Helikopter saat Padamkan Karhutla di Kalteng, Ini Identitasnya
• 2 jam lalu
0
thumb
1.600 Hektar Terbakar, Bagaimana Perkembangan Karhutla di TN Wasur Merauke?
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.