Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong penggunaan mesin penggilingan padi bertenaga listrik untuk menekan biaya operasional hingga sekitar 60 persen sekaligus meningkatkan efisiensi pengolahan gabah dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Widi Hartanto mengatakan biaya penggilingan satu ton gabah menggunakan mesin diesel sebelumnya mencapai Rp354.670, sedangkan penggunaan mesin listrik menurunkan biaya menjadi Rp142.820 per ton.
"Penghematan sebesar Rp211.850 per ton atau sekitar 60 persen. Efisiensi ini diperoleh melalui pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan tenaga kerja," kata Widi di Magelang, Kamis (5/11/2026).
Penghematan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah memperkuat program revitalisasi dan elektrifikasi penggilingan padi skala kecil.
Biaya Penggilingan Gabah Turun Rp211.850 per TonWidi menjelaskan bahwa penggunaan tenaga listrik memberikan efisiensi biaya dibandingkan mesin penggilingan padi yang menggunakan bahan bakar diesel.
Berdasarkan perhitungan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, biaya operasional penggilingan gabah turun dari Rp354.670 menjadi Rp142.820 untuk setiap ton gabah yang diolah.
Selisih biaya sebesar Rp211.850 per ton tersebut setara dengan penghematan sekitar 60 persen.
Efisiensi diperoleh dari berkurangnya kebutuhan bahan bakar minyak dan tenaga kerja dalam proses penggilingan.
Pemerintah provinsi menilai perubahan sumber energi tersebut dapat membantu pengelola penggilingan padi skala kecil mengurangi beban operasional.
Pemprov Jateng Revitalisasi 14 Penggilingan PadiProgram elektrifikasi dilakukan melalui peningkatan kapasitas daya listrik dari sistem satu fase menjadi tiga fase.
Selain meningkatkan daya listrik, pemerintah juga memfasilitasi perbaikan mesin penggilingan serta penggantian mesin penggerak berbahan bakar diesel dengan motor listrik.
Salah satu lokasi penerapan program berada di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Makmur, Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.
Widi menyebut program tersebut merupakan bagian dari revitalisasi 14 unit penggilingan padi skala kecil yang difasilitasi pemerintah sepanjang 2025 hingga 2026.
Total pembiayaan program revitalisasi dan elektrifikasi tersebut mencapai Rp3,1 miliar.
Elektrifikasi Diharapkan Perkuat Ketahanan PanganPemerintah Provinsi Jawa Tengah menjalankan program elektrifikasi penggilingan padi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah.
Selain menekan biaya produksi, revitalisasi mesin diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan gabah menjadi beras.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kelembagaan kelompok tani yang mengelola penggilingan padi skala kecil.
Melalui penggunaan mesin bertenaga listrik, pemerintah daerah berupaya mendukung keberlanjutan usaha penggilingan padi sekaligus menjaga ketersediaan beras di Jawa Tengah.





Komentar (0)