Grid.ID - Hubungan antara ibu dan anak perempuan terkadang diwarnai perbedaan pendapat hingga pertengkaran kecil. Namun, seiring bertambahnya usia, cara seseorang memandang dan memahami orang tuanya bisa ikut berubah.
Hal tersebut juga dirasakan Luna Maya ketika melihat cerita keluarga dalam film Desember Jani. Saat menghadiri acara media film tersebut, Luna mengaku cukup dekat dengan karakter Cijul yang diperankan Cempa.
Luna mengatakan, pengalaman Cijul yang kerap berselisih dengan sang ibu mengingatkannya pada hubungan dirinya dengan ibunya sendiri. Terlebih, Luna tumbuh bersama ibu dan kedua kakaknya setelah sang ayah meninggal dunia ketika usianya masih cukup muda.
“Ibu saya kan single mother ya, bapak saya meninggal di usia yang cukup muda, jadi ibu saya dan kedua kakak saya yang ada di situ,” ungkap Luna saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (5/11/2026).
Menurut Luna, hubungan anak perempuan dengan ibu memang terkadang memiliki dinamika tersendiri. Hal-hal kecil yang awalnya terlihat sederhana bahkan bisa berkembang menjadi perselisihan di antara keduanya.
Ia pun merasa pengalaman tersebut tergambar dalam hubungan Cijul dan karakter Mama Wini di film Desember Jani. Situasi itu membuat Luna ikut terbawa suasana ketika menyaksikan trailer film tersebut.
“Mungkin biasanya kan daddy’s little girl gitu, biasanya kan bapak nih gitu, tiba-tiba nggak ada gitu. Jadi memang kalau melihat ini tuh bahkan Cempa tadi emosional, saya juga emosional gitu karena memang walaupun mungkin komposisi di dalam keluarga itu berbeda, tapi rasanya tuh sama,” jelas Luna.
Meski begitu, Luna mengaku kini mulai memahami sikap ibunya dengan sudut pandang yang berbeda. Perubahan tersebut terjadi seiring bertambahnya usia dan pengalaman hidup yang membuatnya semakin mengerti posisi seorang ibu.
Ia menyadari bahwa terkadang ada alasan di balik sikap orang tua yang dahulu sulit dipahami ketika masih menjadi anak-anak. Hal yang dulu dianggap sebagai bentuk kekangan perlahan bisa dimengerti setelah seseorang berada di posisi yang lebih dewasa.
“Karena kan usia, pengalaman, dan itu yang membuat kita sadar jadi, ‘Oh iya ya, ini siklus aja,’ gitu. Jadi yang tadinya mungkin kita jadi anak, kita bisa menjadi seorang ibu gitu, jadi kita lebih punya pengertian yang lebih gitu,” tutur Luna.
Luna juga menilai Desember Jani tidak dibuat semata-mata untuk menghadirkan cerita keluarga yang menguras air mata. Film tersebut justru mengajak penonton melihat kembali hubungan dengan orang-orang terdekat melalui sudut pandang yang berbeda.
Baginya, setiap anggota keluarga memiliki perasaan dan alasan masing-masing yang terkadang tidak langsung dipahami oleh orang lain. Karena itu, film ini bisa menjadi pengingat bahwa hubungan keluarga membutuhkan pengertian dari kedua belah pihak.
“Jadi mudah-mudahan apa yang saya rasakan ini juga saya rasa banyak dirasakan oleh banyak keluarga dan banyak anggota keluarga sih,” tutup Luna.
Sebagai informasi, Desember Jani merupakan film yang mengangkat dinamika hubungan tiga generasi dalam sebuah keluarga. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 10 Desember 2026. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)