Anak 20 Bulan Suka Menungging, Ini Penjelasan Dokter soal Perilaku Tersebut

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Melihat anak melakukan gerakan yang tidak biasa saat bermain terkadang membuat orang tua khawatir. Salah satunya seperti yang dialami seorang orang tua yang membagikan pengalaman anaknya di Threads.

Dalam unggahan akun Threads @fradhanapd, ia mengaku anaknya yang berusia 20 bulan cukup sering melakukan posisi menungging dengan kepala berada di antara kedua tangan dan menyentuh lantai. Ia pun khawatir anaknya tersungkur saat melakukan posisi tersebut.

Lantas, apakah kebiasaan anak menungging seperti ini termasuk perilaku normal dalam tahap tumbuh kembang?

Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan bahwa pada anak usia 20 bulan, perilaku tersebut bisa saja menjadi bagian dari eksplorasi saat bermain dan tidak selalu menunjukkan adanya gangguan tumbuh kembang.

“Di usia ini, anak memang sedang senang-senangnya bereksplorasi. Mereka sering mencoba berbagai posisi tubuh, gerakan, bahkan hal-hal yang menurut orang dewasa terlihat aneh atau lucu,” ucap dr. Aisya kepada kumparanMOM, Senin (2/11).

Jadi, selama anak tetap aktif, mampu berjalan dan bermain dengan baik, serta perkembangan lainnya sesuai dengan usianya, orang tua tidak perlu langsung merasa khawatir.

Penyebab Anak Sering Melakukan Posisi Menungging

Dr. Aisya menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah anak sedang mengeksplorasi dan mengenali kemampuan tubuhnya. Jika anak merasa gerakan tersebut menyenangkan, ia pun mungkin akan melakukannya berulang kali.

Namun, orang tua perlu melihat perilaku anak secara keseluruhan. Perhatikan apakah anak hanya melakukannya sesekali saat bermain atau justru hampir sepanjang waktu, serta apakah anak masih tertarik melakukan aktivitas lain dan mudah dialihkan.

Kapan Orang Tua Perlu Waspada?

Orang tua perlu lebih memperhatikan apabila kebiasaan tersebut disertai dengan tanda-tanda perkembangan lain, seperti keterlambatan bicara, kurang merespons saat dipanggil, jarang melakukan kontak mata, kurang berinteraksi secara sosial, atau memiliki gerakan berulang yang sangat dominan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski begitu, dr. Aisya menegaskan bahwa posisi menungging saja bukan merupakan tanda autisme.

“Kita tidak bisa mendiagnosis gangguan perkembangan hanya dari satu perilaku,” tegasnya.

Oleh karena itu, orang tua tidak perlu langsung melarang atau memarahi anak ketika melakukan gerakan tersebut. Berikan kesempatan anak untuk bereksplorasi selama aman, sambil tetap mengawasi agar anak tidak terbentur atau mengalami cedera.

Jika perilaku tersebut dilakukan sangat sering atau orang tua merasa ada perkembangan anak yang tidak sesuai dengan usianya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak untuk dilakukan penilaian tumbuh kembang secara menyeluruh.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bantah Roy Suryo, Jokowi Ungkap Ajukan Judul 3 Kali ke Dosen Pembimbing: Skripsi Diberi Nilai A
• 7 jam lalu
0
thumb
Bayern Munich Taklukkan Atletico Madrid Dua Gol Tanpa Balas di Metropolitano
• 19 jam lalu
0
thumb
Nikel Masif untuk Industri Baja, Masihkah Pemerintah Bidik Industri Baterai EV?
• 46 menit lalu
0
thumb
Pemerintah Perkuat Koordinasi Tangani Persoalan Kewarganegaraan WNI
• 23 jam lalu
0
thumb
Kemenkes: 401.586 kasus ISPA akibat karhutla, 91 ribu dialami balita
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.