MAKASSAR, KOMPAS — Beberapa hari terakhir, banyak warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengeluhkan tagihan listrik yang tiba-tiba melonjak walaupun pemakaian normal. Dugaan naik turun tegangan akibat pemadaman listrik mencuat, namun PLN membantah hal itu.
Keluhan soal tagihan yang tiba-tiba naik ini banyak diunggah warga di media sosial. Sejumlah warga yang dihubungi Kompas juga mengatakan hal sama, kenaikan bisa dua kali lipat bahkan lebih.
“Saya biasanya bayar 400.000-500.000-an. Pembayaran 500.000 pun sebenarnya sudah terhitung pemakaian tinggi. Tapi bulan ini saya cek tagihan jadi 700.000. Padahal pemakaian biasa saja. Malah sering mati lampu,” kata Sasha, warga Jalan Veteran Selatan, Makassar, Kamis (5/11/2026).
Dia mengatakan, selama beberapa bulan terakhir, pemadaman listrik sering terjadi di wilayah tempatnya tinggal. Pemadaman bahkan merusak beberapa alat elektroniknya. “Sudah alat elektronik rusak, sekarang tagihan naik,” katanya.
Di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Kota Makassar, tagihan yang tiba-tiba melonjak juga terjadi. Biasanya tagihan listrik per bulan rerata Rp 200.000-250.000. Kondisi ini dengan aktivitas normal di sekretariat.
“Tiba-tiba tagihan jadi 450.000 justru saat beberapa bulan terakhir teman-teman kurang kegiatan. Jadi Sekret kebanyakan kosong. Kami juga kaget kenapa jadi naik,” kata Chaerani Arif, Sekretaris AJI Kota Makassar.
Warga lain, Annisa (27), warga Kelurahan Buakana, mengaku tagihan listrik di rumahnya melonjak hampir Rp 1,4 juta. Padahal, biasanya dalam pemakaian normal tagihan rerata Rp 1 juta per bulan. “Paling tinggi 1,2 juta. Makanya jadi heran kenapa naik padahal pemakaian normal. Malah sering mati lampu,” katanya.
Di medsos, keluhan sama diunggah banyak warga terkait tagihan yang melonjak bulan ini. Sebagian kenaikannya bahkan berkali-kali lipat dan dinilai tidak wajar. Warga umumnya juga mengaku pemakaian normal dan selebihnya kerap mengalami pemadaman listrik bergilir.
Sejak Agustus lalu, pemadaman bergilir listrik terjadi di wilayah Kota Makassar dan wilayah lain di Sulsel. Hal sama juga terjadi di Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Durasi pemadaman berkisar 3-4 jam dalam sekali pemadaman. Pemadaman yang kerap tanpa pemberitahuan atau pengumuman yang tidak sesuai dengan lokasi dan waktu pemadaman juga dikeluhkan. Banyak yang menduga arus kuat setelah pemadaman turut berdampak pada kWh meter.
Terkait soal ini, pihak PLN Unit Induk Distribusi Susel, Sultra, Sulbar, membantah. Mereka menyebut pengaturan beban tak berpengaruh pada lonjakan tagihan. Mereka juga mengatakan tidak ada kenaikan tarif.
PLN mengakui banyak mendapat keluhan terkait tagihan listrik yang meningkat, terutama dikaitkan pemadaman bergilir akibat manajemen beban masih terjadi di sejumlah wilayah.
Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, mengatakan, manajemen beban tidak berpengaruh langsung terhadap perhitungan tagihan listrik.
“Besaran tagihan tetap dihitung berdasarkan jumlah energi listrik yang digunakan masing-masing pelanggan. Manajemen beban tidak secara langsung memengaruhi perhitungan tagihan listrik, katanya, Selasa (3/11/2026).
Dia mengtakan, hingga kini pun tidak ada kenaikan tarif dasar listrik karena tarif yang berlaku saat ini sama dengan periode sebelumnya. Dia meminta pelanggan yang merasa tagihannya naik secara tidak wajar, agar melapor kepada PLN. PLN membuka layanan pengaduan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Pengaduan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123. PLN juga mengimbau pelanggan untuk mencatat meter secara mandiri melalui fitur Catat Meter (SwaCAM) di aplikasi PLN Mobile guna menghindari kesalahan pembacaan meter.
Terkait banyaknya keluhan perihal tarif yang melonjak ini, General Manager PLN UID Sulselrabar Didik Wicaksono meminta maaf. Dia menyebut ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat kondisi kelistrikan belakangan ini.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Seluruh jajaran PLN terus berupaya agar kondisi kelistrikan segera pulih. Kami juga memastikan pelayanan kepada pelanggan, termasuk penanganan pengaduan tagihan listrik, tetap berjalan secara optimal,” kata Didik.






Komentar (0)