Jakarta, VIVA - Harga mobil bukan lagi satu-satunya faktor yang dipertimbangkan masyarakat sebelum membeli kendaraan baru. Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, konsumen kini semakin memperhatikan biaya kepemilikan kendaraan secara keseluruhan atau total cost of ownership.
Chief Marketing Auto2000, Yagimin, mengatakan masyarakat masih membutuhkan kendaraan untuk menunjang mobilitas. Namun, konsumen cenderung lebih selektif dalam menentukan mobil yang akan dibeli, terutama dengan mempertimbangkan harga dan biaya operasionalnya.
"Kalau melihat tren yang ada, konsumen cenderung memilih mobil dengan harga terjangkau. Tetap masyarakat masih butuh kendaraan, tetapi yang jadi pertimbangan total of ownership cost," ujar Yagimin di Jakarta, Kamis (5/11/2026)
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam membeli mobil. Selain harga kendaraan, konsumen juga mulai memperhitungkan kebutuhan bahan bakar hingga regulasi yang berlaku.
Pertimbangan tersebut membuat biaya kepemilikan menjadi hal penting sebelum seseorang memutuskan membeli kendaraan. Sebab, pengeluaran pemilik mobil tidak berhenti setelah transaksi pembelian selesai, tetapi berlanjut selama kendaraan digunakan.
Kondisi ini juga menjadi perhatian Astra dalam menghadapi pasar otomotif menjelang akhir 2026. Perusahaan melihat masih ada peluang untuk mendorong penjualan, terutama pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui penyelenggaraan Astra Auto Fest adalah menghadirkan program tukar tambah atau trade-in. Program tersebut ditujukan bagi konsumen yang ingin mengganti kendaraan lama dengan mobil baru.
Yagimin menjelaskan, kepemilikan lebih dari satu mobil juga bisa menjadi pertimbangan masyarakat. Pasalnya, semakin banyak kendaraan yang dimiliki, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan, termasuk untuk membayar pajak kendaraan.
Melalui program trade-in, konsumen dapat menjual mobil lama untuk mendapatkan kendaraan baru. Astra menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari penawaran harga kendaraan hingga cashback dan benefit yang nilainya diklaim bisa mencapai lebih dari Rp20 juta per unit.
Program ini diharapkan bisa menjadi salah satu pemicu masyarakat untuk melakukan pembelian kendaraan menjelang penghujung tahun. Terlebih, Astra menilai tren penjualan otomotif berpeluang bergerak positif pada periode tersebut.






Komentar (0)