jpnn.com - JAKARTA - Ketegangan antara pendukung Jokowi dan Roy Suryo nyaris berujung baku hantam di JPO depan PN Jakarta Timur, Kamis (5/11) siang.
Insiden tersebut terjadi saat kedua kelompok berkumpul untuk mengawal proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
BACA JUGA: Jangan Takut, Pak Jokowi! Ada Kaesang, Kahiyang, hingga PSI
Keributan bermula ketika seorang perempuan pendukung Jokowi mengaku mendapat intimidasi dari kelompok pendukung Roy Suryo dan dr. Tifauziah Tyassuma.
Perempuan bernama Dora alias Lesti itu mengaku terus-menerus disebut sebagai bagian dari massa bayaran.
BACA JUGA: Narji Datang ke PN Jakarta Timur, Beri Suntikan Semangat untuk Jokowi
"Saya lagi duduk, dari tadi mereka bilang massa bayaran, saya diemin," ujar Lesti.
Situasi makin memanas setelah dirinya mengaku mendapat siraman air hingga mengenai celananya.
BACA JUGA: Jokowi Ungkap Awal Mula Lapor Tuduhan Ijazah Palsu ke PMJ
Tak terima dengan perlakuan tersebut, Lesti langsung melontarkan makian dan menantang perempuan yang diduga menyiramnya untuk berduel.
"Gua hafalin muka lu, ketemu di luar gua tabrak lu sampai mampus. Lihat saja, ya," dia berteriak.
Adu mulut itu nyaris berkembang menjadi bentrokan fisik. Beruntung, sejumlah pendukung Jokowi berusaha meredam emosi kedua pihak.
Petugas kepolisian juga bersiaga di sekitar JPO untuk mencegah aksi saling serang.
Sementara itu, massa pendukung Jokowi terlihat mendominasi kawasan depan PN Jakarta Timur sejak Kamis pagi.
Mereka datang untuk memberikan dukungan kepada Presiden ke-7 RI itu.
Para pendukung Jokowi mengenakan kemeja putih dan membawa mobil komando serta sejumlah spanduk.
Salah satu poster yang dibawa bertuliskan, "Fitnah Boleh, asal pakai Data. #kamibersamajokowi".
Dari atas mobil komando, seorang perempuan berhijab oranye turut menyampaikan orasi. Dia mendesak Roy Suryo dan dr. Tifauziah Tyassuma segera diproses hukum.
"Jokowi, kami hadir di sini untuk katakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah," katanya. (kkp/jpnn)
Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra





Komentar (0)