BMKG Prediksi Curah Hujan di Pulau Bintan Meningkat hingga Desember 2026

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bintan: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) memprediksi curah hujan di Pulau Bintan meningkat sepanjang November hingga Desember 2026. Peningkatan tersebut diperkirakan terjadi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan dengan intensitas menengah hingga tinggi.

"Secara klimatologis, ada peningkatan curah hujan di Pulau Bintan selama November dibanding Oktober 2026, yakni pada kategori 200 hingga 400 mililiter," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Muhammad Fadris Dwiandoko, dilansir Antara, Kamis, 5 November 2026.

Dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi terjadi hujan di Pulau Bintan. Namun, bersifat skala lokal dan tidak merata.

Baca Juga :

Daftar Wilayah Diguyur Hujan pada 4-5 November 2026, 5 Provinsi Siaga

Fadris menjelaskan peningkatan curah hujan di Pulau Bintan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) di sebagian besar wilayah Indonesia. Terutama terjadi di wilayah barat, meliputi Sumatra, Kepulauan Riau, Jakarta, Banten, hingga Kalimantan.

Selanjutnya, faktor perubahan arah angin dari monsun Australia menjadi monsun Asia yang membawa lebih banyak uap air. Hal itu berpotensi menghasilkan awan konvektif penghasil hujan, khususnya di Pulau Bintan.

"Masa peralihan angin monsun Asia, lebih berpotensi besar menghasilkan hujan," ungkapnya.


Ilustrasi hujan. Foto: Freepik.com


Selain itu, periode monsun Asia pada akhir tahun hingga awal tahun 2027, juga berpotensi menimbulkan dampak gelombang secara signifikan di perairan laut Kepri. Demikian pula dengan potensi cuaca ekstrem yang berdampak pada ancaman kejadian bencana hidrometeorologi di Pulau Bintan, seperti banjir.

Berikutnya, topografi Pulau Bintan dengan banyak perbukitan juga rawan bencana longsor saat musim penghujan.

"Walaupun daerah aliran sungai di Pulau Bintan banyak, tetapi volumenya cukup kecil, sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas lebat bisa menyebabkan air meluap dan genangan banjir," ujar Fadris.

BMKG Tanjungpinang turut mengimbau warga lebih berhati-hati beraktivitas di luar rumah apabila cuaca ekstrem. Warga diminta terus memperbarui perkembangan informasi cuaca terkini dari saluran resmi BMKG.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pembatasan Angkutan Barang Tanpa Jendela  Waktu Bisa Rugikan Pengusaha
• 20 jam lalu
0
thumb
Profil Septhelena Maria Yosepha, Istri Wali Kota Malang yang Baru, Latar Belakang dan Umur Masih Misterius
• 7 jam lalu
0
thumb
Africa Twin hingga Sepeda Gunung Listrik, Ini Deretan Andalan Honda di EICMA 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia
• 12 jam lalu
0
thumb
Ombudsman: Pemda perkuat sistem logistik dasar selama masa darurat bencana
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.