Helikopter Jatuh di Seruyan, Gubernur Kalteng Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya 2 Prajurit

rctiplus.com
15 jam lalu
Cover Berita
Helikopter Jatuh di Seruyan, Gubernur Kalteng Sampaikan Duka Cita atas Gugurnya 2 PrajuritNasional | inews | Kamis, 5 November 2026 - 01:34Dengarkan Berita

SERUYAN, iNews.id – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI AD dalam insiden jatuhnya Helikopter Mi-17. 

Insiden tragis itu terjadi saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

"Kami mengucapkan turut berbelasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Semoga para prajurit yang gugur dalam tugas mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ungkap Agustiar saat menjenguk para prajurit yang selamat dalam insiden itu di RSUD Kuala Pembuang.

Turut mendampingi, Pangdam XXI/Tambun Bungai Mayjend TNI Zainul Arifin bersama Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Setiawan.

Panglima Kodam XXI/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin memastikan, dari total delapan kru di dalam helikopter nahas tersebut, dua prajurit dinyatakan gugur, satu orang masih hilang dalam pencarian, serta lima orang lainnya selamat dan tengah menjalani perawatan medis.

Baca Juga:Mardiono Targetkan PPP Surabaya Bentuk 1 Fraksi di DPRD pada Pemilu 2029

“Dari delapan kru helikopter, dua orang dipastikan meninggal dunia, satu orang masih dalam proses pencarian, dan lima prajurit lainnya berhasil selamat serta saat ini dirawat di RSUD Kuala Pembuang,” kata Mayjend TNI Zainul Arifin, Rabu (4/11/2026).

Dua prajurit TNI AD yang gugur dalam misi kemanusiaan tersebut adalah sang Pilot, Mayor Cpn Dudi, dan Serda Heri. Sementara satu kru yang masih dalam pencarian dan diduga terjebak di dalam badan helikopter di dasar perairan adalah Lettu Cpn Hafiz. 

Adapun lima prajurit selamat yang kini dirawat di RSUD Kuala Pembuang yakni Kapten Cpn Suganda, Lettu Cpn Fercis, Serda Sardi, Serka Kadiya, dan Pratu Gilang.

Berdasarkan kronologi resmi kepolisian dan TNI AD, helikopter Mi-17 HA-5235 tersebut mulai memanaskan mesin (start engine) pada pukul 09.55 WIB dari Kuala Pembuang menuju area sasaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat. 

Namun pada pukul 11.18 WIB, helikopter tiba-tiba mengalami gangguan teknis (trouble) tepat di saat proses pengambilan air (water bombing) di perairan laut Desa Sungai Perlu. 

Baca Juga:Profil Irjen Pol Hengki, Jenderal Bintang 2 Berpengalaman di Reserse Jadi Kapolda Jawa Barat

Proses evakuasi para korban via udara dan laut langsung dikerahkan mulai pukul 12.30 WIB menuju landasan Bandara Kuala Pembuang. Menggunakan iring-iringan ambulans, para korban dilarikan ke RSUD Kuala Pembuang guna mendapat perawatan intensif.

#kalteng

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menteri Agama Ajak PTKIN Perkuat Riset dan Hilirisasi Teknologi untuk Bangkitkan Kejayaan Ilmu Islam
• 16 jam lalu
0
thumb
Jokowi Tegaskan Foto di Ijazah UGM: Foto Saya, Yang Mulia. Untuk Apa Dipasang Fotonya Dumatno Budi Utomo
• 2 jam lalu
0
thumb
Jokowi Dijadwalkan Bersaksi di Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa Hari Ini
• 10 jam lalu
0
thumb
Perusahaan Energi Andalan Artha (ANDA) Bersiap IPO, Harga Rp 158 - 189 per Saham
• 6 jam lalu
0
thumb
Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Medan Latih 200 Warga dengan Berbagai Keahlian
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.