Waspada 11 Modus Penipuan di Bandara, Rekening Terkuras Habis

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Daftar Isi
  • 1. Phishing Kode QR (Quishing)
  • 2. Peretasan Wi-Fi dan Bluetooth (Evil Twin)
  • 3. Serangan Pengisian Daya USB (Juice Jacking)
  • 4. Pembajakan Kartu Pembayaran (Card Fraud & Skimming)
  • 5. Penipuan Dokumen Perjalanan (Travel Document Fraud)
  • 6. Aplikasi Akses Ruang Tunggu Palsu (Lounge Pass Scams)
  • 7. Penipuan Bagasi (Luggage Scams)
  • 8. Penipuan Taksi dan Sewa Mobil (Taxi & Car Rental Scams)
  • 9. Petugas Bandara atau Maskapai Palsu
  • 10. Penipuan Penukaran Mata Uang (Currency Exchange Scams)
  • 11. Pengalihan Perhatian (Distraction Scams)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bandara menjadi tempat yang dipenuhi para pelancong. Tak jarang mereka terburu-buru dan lelah mengejar penerbangan untuk bertandang ke kota atau negara tujuan. Kondisi psikologis yang lengah ini dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan untuk melancarkan berbagai modus penipuan (scam).

Laporan terbaru dari AAA Club Alliance dalam publikasinya The Extra Mile memperinci 11 modus penipuan yang kerap terjadi di bandara, mulai dari pencurian data siber, pembajakan kartu kredit, hingga penipuan taksi dan bagasi. Dampaknya bisa bikin rekening terkuras habis.

Berikut 11 modus penipuan di bandara beserta panduan untuk menghindarinya, dikutip dari Quartz, Rabu (4/11/2026):

1. Phishing Kode QR (Quishing)

Penipu menempelkan stiker kode QR palsu di atas kode resmi pada meteran parkir, poster, atau fasilitas publik di bandara. Memindai kode ini akan mengarahkan ponsel ke situs web palsu untuk menguras data pribadi, mengunduh malware, atau mengalihkan transaksi pembayaran.

  • Cara Mengatasi: Periksa secara fisik apakah kode QR berupa stiker tempelan. Pastikan URL situs diawali dengan HTTPS atau lebih aman mengetik alamat situs web resmi secara langsung tanpa memindai kode.

2. Peretasan Wi-Fi dan Bluetooth (Evil Twin)

Peretas membuat jaringan Wi-Fi publik gratis palsu (evil twin) dengan nama yang sangat mirip dengan Wi-Fi resmi bandara. Saat pengguna terhubung, peretas dapat mencuri data sensitif seperti username dan password aplikasi.

  • Cara Mengatasi: Matikan Wi-Fi dan Bluetooth sebelum memasuki bandara. Konfirmasikan nama jaringan Wi-Fi resmi kepada petugas bandara atau gunakan koneksi data seluler dan jaringan privat (VPN).

3. Serangan Pengisian Daya USB (Juice Jacking)

Mengisi daya ponsel di port USB gratisan di tempat umum berisiko memaparkan perangkat pada serangan juice jacking. Kabel USB standar membawa aliran listrik sekaligus data, sehingga port yang telah diutak-atik bisa menyuntikkan malware atau menyedot isi ponsel.

  • Cara Mengatasi: Gunakan stopkontak dinding (AC outlet) dengan pengisi daya (charger) pribadi, gunakan kabel khusus pengisi daya (power-only cable), atau gunakan perangkat pengaling data (USB data blocker).

4. Pembajakan Kartu Pembayaran (Card Fraud & Skimming)
Pilihan Redaksi
  • Bahas RUU Perampasan Aset, DPR Mau Atur Harta Penjahat Balik ke Korban
  • Petaka Baru Dunia Penerbangan, Satu Per Satu Maskapai Jadi Korban

Penipu memasang perangkat skimmer pada mesin ATM atau alat pembayaran (EDC/PIN pad) di bandara untuk merekam nomor kartu dan PIN. Modus ini kerap diawali dengan penolakan transaksi atau tagihan mencurigakan dalam nominal kecil.

  • Cara Mengatasi: Periksa fisik alat pembayaran sebelum menggesek kartu. Aktifkan notifikasi transaksi (transaction alert) pada perbankan Anda dan pantau laporan rekening secara berkala selama perjalanan.

5. Penipuan Dokumen Perjalanan (Travel Document Fraud)

Mengunggah foto tiket pesawat (boarding pass) ke media sosial dapat memaparkan nama dan kode pemesanan (booking code). Kode batang (barcode) atau QR pada tiket dapat dimanfaatkan peretas untuk meretas rincian penerbangan, membatalkan tiket pulang, hingga memberi tahu pencuri bahwa rumah Anda sedang kosong.

  • Cara Mengatasi: Hindari mengunggah dokumen perjalanan ke media sosial. Buang tiket fisik setelah sampai di rumah, dan waspadai pesan singkat (SMS) palsu yang mengatasnamakan maskapai mengenai penundaan penerbangan.

6. Aplikasi Akses Ruang Tunggu Palsu (Lounge Pass Scams)

Di beberapa bandara, akses menuju lounge memerlukan aplikasi khusus. Penipu membuat aplikasi Lounge Pass palsu di situs luar toko resmi untuk mencegat SMS masuk dan menyedot data sensitif pengguna.

  • Cara Mengatasi: Unduh aplikasi resmi hanya melalui toko aplikasi tepercaya (Google Play Store atau App Store) dan tolak permintaan izin (permission) akses SMS dari aplikasi yang tidak dikenal.

7. Penipuan Bagasi (Luggage Scams)

Orang asing yang meminta bantuan untuk dibawakan tas atau koper melalui pos pemeriksaan-bahkan dengan imbalan uang-merupakan indikasi bahaya, karena tas tersebut bisa berisi barang terlarang (narkotika/penyelundupan).

  • Cara Mengatasi: Tolak secara tegas permintaan membawa barang milik orang lain. Gunakan kunci berstandar TSA (TSA-approved lock) dan sarung koper (reusable cover) untuk melindungi koper pribadi dari pencurian di kantong luar.

8. Penipuan Taksi dan Sewa Mobil (Taxi & Car Rental Scams)

Pengemudi taksi gelap di area kedatangan sering kali mematok tarif berlebihan (overcharging), mencuri bagasi, atau melakukan skimming. Sementara di penyewaan mobil, pelanggan kerap dikenakan denda atas kerusakan kendaraan yang tidak mereka lakukan.

  • Cara Mengatasi: Untuk pemesanan taksi daring, cocokkan identitas pengemudi dan plat nomor kendaraan. Untuk sewa mobil, lakukan dokumentasi foto/video seluruh kondisi kendaraan sebelum meninggalkan lokasi penyewaan.

9. Petugas Bandara atau Maskapai Palsu

Penipu berpura-pura menjadi staf resmi bandara atau maskapai dengan hanya menggunakan seragam dan lencana (badge) palsu untuk mengelabui pelancong yang kebingungan.

  • Cara Mengatasi: Jangan mudah percaya hanya karena seseorang mengenakan seragam. Verifikasikan identitas petugas ke konter resmi maskapai atau meja informasi (information desk) bandara.

10. Penipuan Penukaran Mata Uang (Currency Exchange Scams)

Kios penukaran uang di bandara kerap memberikan nilai tukar (exchange rate) yang buruk, mengenakan biaya layanan tinggi, hingga sengaja mengurangi uang kembalian (shortchanging) atau menyelipkan uang kertas palsu.

  • Cara Mengatasi: Lakukan riset nilai tukar yang berlaku sebelum bepergian. Tukarkan mata uang di bank resmi sebelum keberangkatan atau gunakan kartu debit/kredit yang menawarkan biaya transaksi luar negeri yang rendah.

11. Pengalihan Perhatian (Distraction Scams)

Modus ini melibatkan dua orang pelaku. Satu pelaku memicu pengalihan perhatian-seperti menjatuhkan barang atau membuat keributan di sekitar area pos pemeriksaan (security checkpoint)-sementara komplotannya menggasak barang bawaan saat korban lengah.

  • Cara Mengatasi: Tetap awasi koper dan barang bawaan Anda setiap saat. Di pos pemeriksaan, masukkan tas ke mesin pemindai terlebih dahulu sebelum Anda berjalan melewati pendeteksi logam.

(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Meta Terus Tambah Utang untuk Ekspansi Bisnis AI, Total Capai Rp1.500 Triliun
• 10 jam lalu
0
thumb
Kepala Bappeda DKI Jakarta Atika Nur Rahmania Meninggal Dunia
• 2 jam lalu
0
thumb
Pesan Pramono ke ASN: Jangan Sembarangan Posting di Media Sosial
• 6 jam lalu
0
thumb
DPRD DKI Kawal Aspirasi PPPK, Suhud Dorong Solusi Bersama Pemerintah Pusat
• 9 jam lalu
0
thumb
Sidang Febrie Adriansyah, Ratusan Saksi Bakal Dihadirkan Ungkap Aliran Dana TPPU
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.