Jadi Yang Pertama, Makmur Terus Perluas Layanan K-CASH KSEI Bagi Nasabah Reksa Dana

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Layanan K-CASH telah diluncurkan oleh KSEI pada 18 Desember 2024 lalu, sebagai metode alternatif dari mekanisme virtual account dalam transaksi reksa dana.

Jadi Yang Pertama, Makmur Terus Perluas Layanan K-CASH KSEI Bagi Nasabah Reksa Dana (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur) mencatatkan diri sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) pertama yang menghadirkan sistem pengelolaan dana transaksi reksa dana milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), yaitu K-CASH.

Layanan tersebut bakal dirilis secara bertahap kepada investor Makmur, dan tersedia untuk sejumlah produk reksa dana dari manajer investasi tertentu.

Baca Juga:
Makmur Dukung APRDI Resmikan Program PINTAR Reksa Dana

"Cakupan produk akan terus kami perluas, agar bisa lebih membantu investor dalam bertransaksi produk reksa dana," ujar Direktur dan Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, dalam keterangan resminya, Selasa (3/11/2026).

Sebelumnya, menurut Stefanus, setiap pembelian reksa dana membutuhkan transfer dari rekening bank investor ke rekening reksa dana di bank penampung atau virtual account, dan hasil penjualan reksa dana kembali masuk ke rekening bank investor. Artinya, investor harus mentransfer dana lagi untuk berinvestasi ulang. 

Baca Juga:
Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Cetak Laba Bersih Rp123,5 Miliar hingga Juni 2026

Sedangkan dengan hadirnya K-CASH, dana hasil penjualan reksa dana bisa disimpan di rekening atas nama investor di KSEI, dan siap dipakai kembali untuk membeli reksa dana.

Stefanus menjelaskan bahwa penerapan K-CASH di Makmur merupakan hasil kolaborasi antara Makmur dan KSEI, bersama manajer investasi dan bank kustodian sebagai mitra dalam ekosistem reksa dana.

Baca Juga:
Makmur Catat 700 Ribu Investor Reksa Dana, Pengguna Aktif Hampir 100 Ribu

Dalam hal ini, para pihak menyelaraskan sistem dan proses penyelesaian transaksi sejak tahap pilot, sehingga dana investor dapat bergerak antara K-CASH dan produk reksa dana secara tercatat dan terintegrasi.

"Dalam satu ekosistem, investor dapat melakukan deposit dan penarikan saldo K-CASH, serta pembelian (subscription) dan penjualan kembali (redemption) produk reksa dana yang telah terintegrasi dengan K-CASH," ujar Stefanus.

Layanan K-CASH sendiri telah diluncurkan oleh KSEI pada 18 Desember 2024 lalu, sebagai metode alternatif dari mekanisme virtual account dalam transaksi reksa dana.

Sistem ini memungkinkan Investor Fund Unit Account (IFUA) di S-INVEST, yang sebelumnya hanya mencatat kepemilikan unit reksa dana, untuk turut menampung dana investor.

Stafenus menyebut bahwa Makmur telah terlibat sejak tahap awal sebagai salah satu APERD fintech dalam pilot project pengembangan K-CASH, dan pada Desember 2024 menerima penghargaan dari KSEI atas kontribusinya.

"Kini, kami resmi menjadi APERD pertama yang membawa K-CASH dari tahap pilot ke layanan komersial bagi investor. Langkah ini hadir di tengah pertumbuhan industri reksa dana yang memang semakin pesat," ujar Stefanus.

Data KSEI mencatat jumlah investor reksa dana mencapai 30,87 juta per akhir September 2026, naik 60,8 persen dibandingkan akhir 2025, dengan aktivitas transaksi juga meningkat signifikan.

Sepanjang 2026 hingga September, tercatat 43,55 juta transaksi pembelian dan penjualan kembali reksa dana, melampaui total sepanjang 2025 sebesar 30 juta transaksi.

Setiap transaksi tersebut melibatkan perpindahan dana, sehingga infrastruktur yang menopangnya menjadi semakin penting.

Stefanus pun menyatakan bahwa hadirnya K-CASH dapat memperkuat aspek investasi yang selama ini jarang diperhatikan investor, yaitu alur dana itu sendiri.

"Imbal hasil memang menjadi pertimbangan utama dalam berinvestasi reksa dana. Namun, pengalaman investor juga ditentukan oleh infrastruktur di baliknya, yaitu bagaimana dana bergerak setiap kali investor melakukan subscription dan redemption," ujar Stefanus.

Pada tahap ini, K-CASH menyederhanakan alur perpindahan dana tersebut. Hasil redemption, misalnya, dapat langsung diinvestasikan kembali tanpa perlu transfer ulang dari rekening bank. 
Perubahan ini mungkin tidak terlihat di layar, namun sangat dirasakan oleh investor di setiap transaksi, di mana hal tersebut jadi semakin relevan seiring meningkatnya volume transaksi. 
Di industri yang memproses puluhan juta transaksi setiap tahun dan terus meningkat, efisiensi infrastruktur penopang menjadi bagian yang demikian krusial.

Fondasi infrastruktur untuk industri reksa dana yang semakin efisien dapat membuka ruang bagi industri untuk mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan daya saing produk reksa dana bagi investor.

"Setiap transaksi melibatkan dana investor, sehingga keandalan sistem dan transparansi kepada investor menjadi prioritas kami. Karena itu, KCASH kami hadirkan secara bertahap. Kepercayaan dalam industri keuangan dibangun dari setiap transaksi yang berjalan dengan lancar," ujar Stefanus.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemeringkatan QS Asia 2027
• 11 jam lalu
0
thumb
Istana Pertanyakan Motif di Balik Penyadapan Presiden
• 8 jam lalu
0
thumb
BPKN Desak Pemerintah Evaluasi Perluasan Pajak
• 9 jam lalu
0
thumb
Transaksi di Ajaib Terminal, Nikmati Promo Broker Fee Rp0 hingga 30 November 2026
• 2 jam lalu
0
thumb
Update Kondisi Alex Marquez Pasca Operasi Cedera Bahu Usai MotoGP Malaysia 2026: Selangkah Lagi untuk Fit 100 Persen!
• 12 detik lalu
0
Berhasil disimpan.