Yusril Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar untuk Lumpuhkan Kekuasaan

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut penyelidikan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto mulai mengarah pada indikasi makar. Penyidik mendalami dugaan penyadapan itu bertujuan melumpuhkan kekuasaan Prabowo sehingga dia tidak dapat menjalankan pemerintahan.

“Kalau dikatakan membunuh Presiden, tidak. Tapi mengarah kepada satu keinginan untuk melumpuhkan, sehingga Presiden itu tidak dapat menjalankan kekuasaan pemerintahan,” kata Yusril dalam konferensi pers, Rabu (4/11/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Yusril Buka Suara soal WNI Jadi Tentara Rusia, Ada Konsekuensi Serius

Yusril menjelaskan, pada tahap awal penyidikan, para tersangka ditetapkan berdasarkan bukti permulaan yang cukup untuk dugaan tindak pidana penyadapan dan intersepsi. Seiring pengembangan perkara, penyidik kemudian mendalami motif serta tujuan di balik penyadapan tersebut.

Dari pendalaman itu, kata Yusril, muncul indikasi yang mengarah pada dugaan makar sebagaimana diatur dalam Pasal 191 hingga 193 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional. Namun, dia menegaskan bahwa indikasi tersebut masih terus didalami dan belum menjadi kesimpulan final.

“Unsur-unsurnya memang mulai mengarah ke sana. Walaupun tentu ini masih dalam proses pendalaman,” ujarnya.

Yusril merujuk Pasal 191 KUHP Nasional yang mengatur makar dengan maksud membunuh atau merampas kemerdekaan Presiden dan/atau Wakil Presiden, atau membuat mereka tidak mampu menjalankan pemerintahan. Tindak pidana tersebut diancam dengan pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun.

Dalam kasus ini, tiga jenderal polisi ditetapkan sebagai tersangka, yakni mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Divisi Hukum Mabes Polri Irjen Ahrie Sonta, dan Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I di Sespim Lemdiklat Polri Irjen Eko Hadi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kecelakaan Helikopter Mi-17 dalam Operasi Karhutla di Seruyan, Kalteng
• 5 jam lalu
0
thumb
PDIP Pertanyakan Siapa ‘User’ Hasil Sadapan Listyo Sigit dkk: Untuk Apa Informasi Itu Digunakan?
• 7 jam lalu
0
thumb
Harga Suzuki Ertiga November 2026, Mulai Rp240 Juta hingga Rp306 Jutaan
• 13 jam lalu
0
thumb
Kronologi Toa Masjid Ciputat Bolong Diduga Ditembaki Senapan Angin, Pengurus Ceritakan Berawal Terdengar Suara Keras
• 17 jam lalu
0
thumb
Tak Punya Tempat Bercerita? AI Peliharaan Jadi Teman Pengusir Kesepian di China
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.