Anthropic, perusahaan pengembang Claude (AI), Dario Amodei, mengantongi pendapatan hampir USD 17 miliar atau sekitar Rp 308,85 triliun (kurs Rp 18.168 per dolar AS).
Namun, perusahaan mencatatkan kerugian bersih membengkak hingga USD 23,3 miliar atau setara Rp 423,31 triliun pada kuartal ketiga.
Hal ini terungkap dalam dokumen keterbukaan informasi Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) yang diperbarui menjelang penawaran umum perdana saham (IPO).
Pendapatan kuartalan Anthropic sebenarnya melonjak 12 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Meski pendapatan tumbuh pesat, kerugian bersih perusahaan melonjak tajam dari posisi USD 12,1 miliar atau sekitar Rp 219,83 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Anthropic mengungkapkan memiliki komitmen pengeluaran fantastis mencapai USD 895 miliar untuk menyewa kapasitas komputasi dan infrastruktur AI dari raksasa teknologi seperti Amazon dan Alphabet (Google).
Sekitar USD 70 miliar dari total komitmen tersebut wajib dibayarkan paling lambat September 2027.
"Seiring dengan meningkatnya kapasitas komputasi dan infrastruktur kami, biaya operasional terkait juga mengalami kenaikan signifikan," tulis Anthropic dalam dokumen pendaftaran tersebut seperti yang dikutip dari Bloomberg, Rabu (4/10).
Laporan keuangan kuartal ketiga ini menjadi perhatian utama investor Wall Street untuk menilai kesehatan finansial Anthropic.
Menurut laporan Bloomberg, IPO Anthropic diperkirakan berlangsung sebelum libur Thanksgiving pada akhir November, meski perusahaan belum mengumumkan jadwal pasti pencatatan sahamnya di bursa.
Jika jadwal tersebut terwujud, Anthropic akan melantai di bursa di tengah kekhawatiran investor atas besarnya biaya operasional bisnis AI. Kecemasan ini sempat memicu aksi jual saham besar-besaran di sektor teknologi belakangan ini.
Reuters melaporkan valuasi Anthropic saat IPO semula diperkirakan mencapai USD 2 triliun. Namun, beberapa investor baru-baru ini memangkas perkiraan valuasi perusahaan menjadi sekitar USD 1,5 triliun.
Anthropic berencana mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq Amerika Serikat dengan kode emiten 'ANT'. Dokumen tersebut juga mengkonfirmasi bahwa Anthropic akan mulai menawarkan sahamnya kepada calon investor paling cepat pada 9 November.
Dokumen prospektus pendaftaran perusahaan memuat lebih dari 90 halaman yang menguraikan berbagai risiko.
Salah satu poin mengkhawatirkan mencatat bahwa model AI buatan Anthropic sempat menunjukkan perilaku "mempertahankan diri" termasuk menolak saat akan dimatikan hingga potensi melakukan ancaman balik.
Anthropic memperingatkan bahwa teknologi AI paling canggih buatan mereka dapat menimbulkan risiko etika dan keselamatan baru, termasuk kemampuan bertindak mandiri, manipulasi, hingga menirukan aspek psikologi manusia.
Selain itu, raksasa AI ini mengungkap perusahaannya menjadi sasaran aktivitas mata-mata, termasuk adanya individu yang mencoba melamar pekerjaan menggunakan identitas palsu untuk tujuan jahat.






Komentar (0)