HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar (FBS UNM) terus memperkuat langkah internasionalisasi melalui penyiapan sumber daya manusia yang mampu membawa bahasa dan budaya Indonesia ke panggung dunia.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui lokakarya calon pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) bertajuk “Menembus Kelas Dunia lewat BIPA” yang berlangsung di Ruang Rapat DA Lantai 2 FBS UNM pada Senin, 2 November 2026 kemarin.
Dekan FBS UNM, Prof. Dr. Anshari, M.Hum., menegaskan bahwa pengajaran BIPA tidak semata-mata membuka peluang karier bagi lulusan di luar negeri, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk memperluas pengaruh bahasa dan memperkenalkan identitas budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.
Menurutnya, calon pengajar BIPA harus memiliki kesadaran bahwa tugas mereka melampaui aktivitas pembelajaran bahasa. Mereka sekaligus mengemban tanggung jawab sebagai representasi bangsa dalam membangun pemahaman lintas budaya.
“Di sinilah peran calon pengajar BIPA menjadi sangat strategis. Mereka bukan hanya guru bahasa, tetapi juga duta budaya dan diplomat bahasa bagi bangsa kita,” tegas Prof Anshari.
Ia menjelaskan bahwa meningkatnya jangkauan pembelajaran bahasa Indonesia di berbagai negara perlu diimbangi dengan kesiapan tenaga pengajar yang kompeten, kreatif, adaptif, dan memiliki wawasan kebudayaan yang kuat.
Karena itu, perguruan tinggi, khususnya lembaga pendidikan yang bergerak dalam bidang bahasa dan sastra, memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai substansi kebahasaan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan bagi pemelajar dari latar belakang budaya berbeda.
“Bahasa Indonesia bukan lagi sekadar bahasa pemersatu bangsa. Ia kini dipelajari oleh penutur dari berbagai negara, dan dunia membutuhkan pengajar yang kompeten, kreatif, serta mampu memperkenalkan bahasa sekaligus budaya Indonesia dengan percaya diri,” ungkapnya.
Prof Anshari menempatkan penguatan BIPA sebagai bagian dari agenda strategis internasionalisasi FBS UNM. Melalui pengembangan kompetensi calon pengajar, fakultas berupaya memperluas kontribusi akademiknya sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa dan lulusan untuk berkiprah dalam ekosistem pendidikan internasional.
“Fakultas Bahasa dan Sastra UNM memandang BIPA sebagai bagian penting dari upaya kami memperkuat internasionalisasi fakultas dan universitas. Karena itu, kami terus berkomitmen menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga siap bersaing dan berkontribusi di tingkat global,” jelasnya.
Lokakarya yang diselenggarakan oleh Unit Pembelajaran BIPA Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) FBS UNM tersebut menghadirkan Robertus Pudjo Leksono, M.Pd., dari Naresuan University, Thailand, yang juga diperkenalkan sebagai narasumber dari APPBIPA Thailand.
Kehadiran praktisi yang memiliki pengalaman mengajarkan bahasa Indonesia di Thailand itu diharapkan dapat memberikan perspektif langsung mengenai tantangan, peluang, serta dinamika pembelajaran BIPA dalam lingkungan pendidikan lintas negara.
Prof Anshari menyampaikan apresiasi atas kesediaan Robertus hadir di Makassar untuk membagikan pengalaman profesionalnya. Menurutnya, pengalaman pengajaran di luar negeri merupakan sumber pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa dalam memahami tuntutan kompetensi pengajar BIPA di tingkat internasional.
Ia juga mendorong peserta untuk tidak berhenti pada penguasaan teori pembelajaran, tetapi mulai membangun jejaring profesional, mengembangkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan kompetensi yang diperlukan untuk mengajar di mancanegara.
“Simak pengalaman narasumber, ajukan pertanyaan, jalin jejaring, dan bangun keberanian untuk bermimpi mengajar di mancanegara. Pintu kesempatan itu terbuka bagi mereka yang mau menyiapkan diri,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Unit Pembelajaran BIPA JBSI FBS UNM, Dr. Nurhusna, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya penguatan peran kelembagaan BIPA dalam memperluas akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya di kawasan Indonesia timur.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi peningkatan kompetensi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan Unit Pembelajaran BIPA sebagai wadah yang mampu berkontribusi lebih luas dalam penyelenggaraan pendidikan bahasa Indonesia bagi penutur asing.
“Harapannya, Unit Pembelajaran BIPA JBSI FBS UNM terus mengepakkan sayap hingga dapat berkontribusi positif bagi pembelajaran BIPA di wilayah timur,” ujar Nurhusna.
Lokakarya ini dirancang dengan memadukan penguatan pemahaman konseptual dan pengalaman praktik. Selain mendalami strategi pengajaran BIPA, peserta juga mengikuti agenda penyusunan aktivitas pembelajaran dan simulasi mengajar dalam kelompok kecil.
Melalui simulasi tersebut, peserta bergantian memainkan peran sebagai pengajar dan pemelajar bahasa Indonesia. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman dalam merancang pembelajaran, membangun interaksi kelas, serta memahami kebutuhan pemelajar yang memiliki latar belakang bahasa dan budaya berbeda. (ams)






Komentar (0)