Laporan Penganiayaan Tak Kunjung Diproses, Karina Ranau Desak Keadilan

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Kekecewaan mendalam diluapkan Karina Ranau terhadap lambatnya proses hukum yang sedang ia tempuh. Laporan dugaan penganiayaan yang dilayangkannya ke Polsek Pancoran sejak bulan Juni lalu dinilai jalan di tempat tanpa ada kepastian.

Sambil berlinang air mata, Karina menyuarakan keresahannya sebagai warga negara yang merasa diabaikan. Ia merasa seluruh iktikad baik dan sikap kooperatifnya selama ini sama sekali tidak membuahkan hasil.

"Peristiwa yang pernah menimpa saya pada bulan Juni kemarin, dan sekarang sudah cukup lama sekali proses ini, lamban sekali," kata Karina Ranau di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).

Karina menyentil keras penegak hukum yang dinilai baru akan bertindak jika korban membuat kegaduhan atau kasusnya viral. Padahal, ia mengaku telah menempuh seluruh prosedur hukum yang berlaku secara tertib.

"Semua saya sudah, semua mengikuti prosedur. Saya sudah mengikuti semua aturan. Saya sudah mencoba berjalan sendiri, menyerahkan pada lawyer saya, tapi tetap saja mandek," ucap Karina.

Luapan emosinya pun kian tak terbendung ketika ia mempertanyakan komitmen kepolisian dalam mengayomi korban kekerasan.

"Harus begini caranya biar supaya kita datang?! Saya sudah datang dengan cara yang elegan, yang rapi, yang hormat. Tapi harus begini caranya," jelas Karina.

Ia pun mendesak pihak Polsek Pancoran untuk segera meringkus pelaku demi keadilan yang telah lama ia nantikan.

"Saya minta ini segera diusut. Segera diusut! Tangkap tuh," desak Karina.

Ia meminta atensi penuh dari para petinggi penegak hukum agar kasus dugaan penganiayaan perempuan seperti dirinya tidak dibiarkan menggantung.

 

"Saya berharap pada polisi, pada semua petinggi, kepada semua yang membela keadilan tolong saya," tandasnya.

Diketahui Karina Ranau menjadi korban dugaan kekerasan fisik oleh seorang pria berinisial H di warung makannya, Jukut Goreng Samali, Pancoran, Jakarta Selatan, pada pertengahan Juni lalu. Insiden tersebut dipicu emosi pelaku terkait masalah antrean makanan serta teguran memindahkan parkir sepeda motor, hingga akhirnya pelaku tega mendorong Karina dengan kasar sampai tersungkur ke tepi jalan dan menderita luka memar. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Udara Palangka Raya Berbahaya, Pembelajaran Jarak Jauh  Kembali Dilakukan
• 26 menit lalu
0
thumb
BEM PTAM Zona III Desak Polri Sikat Kasus Hukum Tanpa Pandang Bulu
• 4 jam lalu
0
thumb
LOGIS 08 Dukung Prabowo Bersihkan Institusi Negara dari Penyalahgunaan Wewenang
• 22 jam lalu
0
thumb
Tiket Tandang Melbourne Victory vs Persib di Australia Ludes Diserbu Bobotoh
• 21 jam lalu
0
thumb
Iran Sebut AS Ancaman Terbesar Rezim Nonproliferasi Nuklir | SAPA MALAM
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.