Desakan Agar Iran Buat Bom Nuklir Menguat di Mimbar-Mimbar Jumat, akankah Fatwa Berubah?

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

TEHERAN— Dalam perkembangan yang cukup mencolok, perdebatan mengenai doktrin nuklir Iran kini tidak lagi terbatas di kalangan pakar dan lingkungan politik, tetapi telah merambah mimbar-mimbar shalat Jumat resmi.

Hal ini terjadi setelah perdebatan mengenai perang dan negosiasi menjadi salah satu tema utama dalam khutbah Jumat selama beberapa pekan dan bulan terakhir.

Baca Juga
  • Benarkah tak Satu pun dari Miliaran Muslim di Dunia Peraih Nobel Sebagaimana Klaim Kennedy?
  • 5 Penyakit Lisan Sangat Berbahaya dan Diperingatkan Rasulullah SAW, Namun Banyak Diabaikan
  • Negara-Negara Arab dengan Utang Tertinggi dan Risiko Gagal Bayar

Dilansir Aljazeera, Rabu (4/11/2026), dalam perkembangan terbaru, Khatib Shalat Jumat Teheran, Syekh Muhammad Jawad Ali Akbari, menyatakan peninjauan kembali doktrin nuklir telah menjadi “tuntutan nasional”.

Dia mendasarkan pernyataannya pada sebuah jajak pendapat yang diklaim menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen warga Iran mendukung perubahan tersebut.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam khutbah Jumat pekan lalu, dia juga mengajak kalangan elite untuk menyampaikan usulan terkait persoalan ini kepada para pemimpin tertinggi negara.

Pada saat yang sama, surat kabar Khorasan mengutip pernyataan Khatib Shalat Jumat Kota Mashhad, Iran timur laut, Ayatullah Ahmad Alam al-Huda, yang mengatakan memiliki bom atom merupakan kewajiban syariat karena dapat menebarkan ketakutan di hati musuh.

Di tengah ancaman baru Amerika Serikat dan Israel yang menyatakan akan menghancurkan Iran dan memusnahkan peradabannya, para pengamat persoalan Iran melihat bahwa stasiun televisi dan radio nasional Iran belakangan ini semakin gencar menayangkan program dialog yang membahas tuntutan perubahan doktrin penangkalan militer.

Sejumlah pengamat menilai, perkembangan tersebut menjadi indikasi bahwa Iran sedang menguji kemungkinan mengubah apa yang selama ini dianggap sebagai “tabu nuklir” menjadi kebijakan yang dinyatakan secara terbuka.

Di tengah meningkatnya ancaman militer, berbagai mimbar resmi menyuarakan pandangan yang berbeda.

Sebagian menyerukan peninjauan kembali doktrin nuklir dengan mengatasnamakan tuntutan masyarakat, sementara yang lain memperingatkan bahaya terseret ke dalam kubangan nuklir.

Dalam situasi tersebut, muncul pertanyaan yang semakin mendesak: bagaimana sebenarnya pandangan masyarakat biasa mengenai kepemilikan bom nuklir?

Untuk mengetahui lebih jauh perbedaan pandangan tersebut, Aljazeera melakukan penelusuran langsung di sejumlah jalan di Teheran dan mewawancarai beberapa warga.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo ke Kapolri soal Kasus Listyo Sigit Cs: Jangan Ada yang Ditutupi!
• 6 jam lalu
0
thumb
Yang Hancur dan Yang Bertahan di Kejatuhan Teleskop Luar Angkasa Swift
• 5 jam lalu
0
thumb
Ketum MATAKIN: Ajaran Konghucu Sejalan dengan Gerakan Tobat Ekologis KLH
• 16 jam lalu
0
thumb
Momen Kapolda Jateng Temui Pengurus Ponpes yang Digeledah Polisi
• 2 jam lalu
0
thumb
OJK Sanksi Manipulasi Saham PANR dan BOGA, Pelaku Wajib Kembalikan Rp 5,07 M
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.