Jakarta, VIVA - Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo resmi dipercaya Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Penunjukan tersebut dilakukan setelah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diberhentikan dari jabatan Kepala KSP menyusul statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap sejumlah pejabat, termasuk Presiden Prabowo.
Di balik penugasan barunya di lingkungan Istana, Ariyo Windutomo memiliki perjalanan karier panjang di lingkungan militer dan pemerintahan. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) tersebut pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di Kementerian Pertahanan (Kemhan) sebelum dipercaya menjadi Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres).
Selain rekam jejak jabatannya, harta kekayaan Ariyo juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tercantum atas namanya, total kekayaan Ariyo mencapai Rp9.295.820.000 atau sekitar Rp9,29 miliar setelah dikurangi utang.
Penunjukan Ariyo sebagai Plt KSP diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 4 November 2026.
"Oleh karena itu kami sampaikan pagi ini Presiden telah menandatangani Keppres Pemberhentian Listyo Sigit dalam kapasitas beliau sebagai Kepala KSP dan selanjutnya Presiden menunjuk pelaksana tugas untuk sementara, beliau tunjuk Letjen Ariyo Windutomo," kata Prasetyo.
Saat menerima penugasan tersebut, Ariyo masih menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.
Profil dan Perjalanan Karier Ariyo WindutomoAriyo Windutomo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1996. Ia satu angkatan dengan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Dalam perjalanan kariernya, Ariyo dikenal memiliki pengalaman di bidang administrasi dan birokrasi pemerintahan. Sebelum bertugas di lingkungan Istana, ia cukup lama mengemban sejumlah posisi di Kementerian Pertahanan.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain Analis Madya Biro Kepegawaian dan Kepala Bagian Kepegawaian Kemhan. Kariernya di kementerian tersebut kemudian berlanjut ketika dipercaya menjadi Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan pada 2022.
Ketika menjabat posisi tersebut, Ariyo memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal TNI atau jenderal bintang satu.






Komentar (0)