Banjir Rendam 23 Desa di Subulussalam

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Subulussalam: Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat sebanyak 2.255 rumah warga terdampak banjir yang melanda 23 desa di tiga kecamatan di Kota Subulussalam, Aceh.

Selain permukiman, banjir juga menggenangi jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah, serta tempat ibadah. Dampak tersebut tercatat dalam laporan terbaru BPBA.

"Berdasarkan update laporan terakhir banjir Subulussalam, dampak material 2.255 unit rumah, lalu jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah serta tempat ibadah terendam banjir," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, dalam laporannya di Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Selasa, 3 November 2026.

Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Subulussalam sejak Sabtu, 24 Oktober 2026. Curah hujan tersebut menyebabkan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meluap hingga membanjiri permukiman warga.
 

Baca Juga :

2.255 Rumah Terdampak Banjir di Subulussalam


Bahron menjelaskan, banjir berdampak pada 2.255 kepala keluarga (KK). Sebaran wilayah terdampak meliputi empat desa di Kecamatan Sultan Daulat, 19 desa di Kecamatan Rundeng, serta Desa Panji di Kecamatan Longkib.

Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi tercatat sebanyak 32 KK. Mereka berasal dari Desa Suak Jampak sebanyak 26 KK, Desa Sibuasan tiga KK, dan Desa Tualang tiga KK.

"Kalau untuk pengungsi totalnya 32 KK (jiwa masih pendataan), di Desa Suak Jampak 26 KK, Desa Sibuasan tiga KK, dan Desa Tualang juga tiga KK," ujarnya.


Sejumlah rumah warga di Kota Subulussalam, Aceh terendam banjir akibat hujan deras, Rabu (28/10/2026). ANTARA/HO-Humas BPBA


Bahron mengatakan, kondisi banjir di Kecamatan Sultan Daulat mulai berangsur surut, terutama di jalan lintas dan sejumlah wilayah. Meski demikian, beberapa desa masih terendam.

Adapun di Kecamatan Rundeng dan Longkib, air masih menggenangi permukiman penduduk. Petugas juga masih melakukan pendataan untuk memastikan keseluruhan dampak banjir.

"BPBD Kota Subulussalam terus melakukan kajian cepat, dan mengerahkan anggota TRC ke lokasi untuk melakukan evaluasi serta pendataan," kata Bahron Bakti.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Transjakarta Care bagi Difabel Masih Perlu Dibenahi
• 2 jam lalu
0
thumb
BPBD DKI salurkan 10 ribu liter air bersih kepada warga Angke Jakbar
• 12 jam lalu
0
thumb
Pencurian Terbesar Dalam Sejarah, FBI Ungkap Jejak Korea Utara
• 22 jam lalu
0
thumb
Viral Penumpang MRT Jakarta Ditegur karena Minum, Ternyata Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi!
• 15 jam lalu
0
thumb
Fajar Sadboy Baper Beneran, Amanda Manopo Dibuat Bingung di Lokasi Syuting Pay Later 2
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.