Tokyu Construction Siap Caplok 25 Persen Saham Nusa Konstruksi (DGIK)

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Tokyu Construction Co., Ltd, berencana menjadi pemegang saham signifikan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK).

Tokyu Construction Co., Ltd, berencana menjadi pemegang saham signifikan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK). (Foto: Ist)

IDXChannel - Tokyu Construction Co., Ltd, berencana menjadi pemegang saham signifikan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK). Perusahaan konstruksi asal Jepang itu ingin menguasai 25 persen saham perusahaan konstruksi lokal tersebut.

Kesepakatan strategis tersebut dituangkan dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat atau Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) antara PT Global Dinamika Kencana (GDK) dengan Tokyu Construction. Perseroan telah menerima surat pemberitahuan tersebut pada 4 November 2026.

Baca Juga:
Gelar RUPST, Nusa Konstruksi (DGIK) Sampaikan Alasan Revisi Lapkeu

"Hal itu sehubungan dengan rencana transaksi pengalihan saham perseroan yang dimiliki GDK kepada Tokyu Construction," kata Kepala Biro Corporate Secretary PT Nusa Konstruksi Enjiniring, Almanda S. Pohan, Rabu (4/11/2026).

Almanda menjelaskan bahwa CSPA tersebut merupakan bagian dari proses transaksi antara GDK dan Tokyu Construction. Adapun realisasi pengalihan saham, tanggal efektif transaksi, serta perubahan komposisi pemegang saham perseroan akan mengikuti ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan dalam CSPA sekaligus tetap memenuhi aturan negara yang berlaku.

Baca Juga:
Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) Bidik Pendapatan Sebesar Rp1,2 Triliun di 2025

"Perseroan akan memantau perkembangan transaksi tersebut dan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal yang berlaku," ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini PT Global Dinamika Kencana (DGK) yang dimiliki pengusaha Jahja Tjahjana mengendalikan DGIK dengan porsi 52,3 persen saham. Jahja mengambil alih DGIK pada 2021 dengan mengakuisisi 51,85 persen saham.

Jahja membeli saham DGIK dari pemegang saham lama yakni Saham tersebut diambil alih dari 4 pemegang saham lama DGIK, yaitu PT Lintas Kebayoran Kota (34,12 persen), PT Rezeki Segitiga Emas (9,32 persen), PT Lokasindo Aditama (7,60 persen), dan PT Multidaya Hutama Indokarunia (0,81 persen). Harga kesepakatan untuk saham tersebut mencapai Rp229,85 miliar dengan harga rata-rata Rp80 per saham.

Sementara itu, Tokyu Construction yang berbasis di Tokyo adalah bagian dari konglomerasi besar Tokyu Group. Di Indonesia, Tokyu Construction telah beroperasi melalui entitas anak, PT Tokyu Construction Indonesia yang juga terlibat dalam pengerjaan proyek MRT Jakarta.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jejak Digital Dwi Bagus: Cari Alat Pembunuhan Sebelum Habisi Istri Siri dan Anak Tirinya
• 20 jam lalu
0
thumb
Oposisi Israel Desak Netanyahu Mundur usai Kemenangan Demokrat di Pemilu Sela AS
• 1 jam lalu
0
thumb
Mahfud MD Bongkar Dugaan Aliran Hasil Sadapan ke Solo, Singgung Skenario Jatuhkan Prabowo
• 2 jam lalu
0
thumb
[FULL] Menko Yusril Bicara Terungkapnya 3 Jenderal Polisi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
• 17 jam lalu
0
thumb
Harga Perak Batangan Turun Rp500 Jadi Rp34.150, Cek Rinciannya
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.