Menteri Transportasi Spanyol Mundur Usai Dua Kecelakaan Kereta Tewaskan 115 Orang

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Oscar Puente Menteri Transportasi Spanyol memutuskan mundur dari jabatannya setelah dua kecelakaan kereta api mematikan terjadi dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Rentetan insiden tersebut menewaskan lebih dari 100 orang dan memicu desakan evaluasi terhadap keselamatan transportasi kereta api di negara itu.

Puente mengatakan, keputusan pengunduran dirinya sebenarnya sudah diambil beberapa menit setelah kecelakaan kereta terbaru pada 28 Oktober 2026 yang menewaskan 69 orang.

Namun, dia memilih tetap menjalankan tugas untuk menangani dampak kecelakaan sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Menurut Puente, seorang menteri transportasi di negara seperti Spanyol tidak sepatutnya tetap menjabat setelah dua kecelakaan dengan dampak sebesar itu terjadi dalam waktu kurang dari satu tahun, terlepas dari perbedaan penyebab maupun tanggung jawab langsungnya.

“Ini merupakan persoalan martabat politik, konsistensi, dan empati terhadap para korban,” kata Puente dilansir dsari laman Sky News, Rabu (4/11/2026).

Meski telah menyampaikan keputusan mundur, Puente belum mengumumkan tanggal pasti pengunduran dirinya.

Pedro Sanchez Perdana Menteri Spanyol turut menanggapi keputusan tersebut melalui unggahan di media sosial X. Sanchez mengatakan, Puente telah mengambil tanggung jawab dengan menawarkan solusi sebelum akhirnya memilih mundur dari jabatannya.

“Oscar Puente telah mengambil sikap, menawarkan solusi, kemudian mengundurkan diri. Atas dasar martabat, atas kemauannya sendiri, serta sebagai bentuk penghormatan kepada para korban dan perjuangan progresif. Politisi seperti dia membawa kehormatan bagi negara kita dan menunjukkan bahwa tidak semua orang sama,” tulis Sanchez.

Kecelakaan terbaru terjadi di dekat Kota Urda, Spanyol bagian tengah pada 28 Oktober 2026. Insiden bermula ketika sejumlah kereta berhenti secara otomatis akibat gangguan pada sistem persinyalan.

Pusat kendali kereta di Madrid kemudian mengambil alih pengaturan perjalanan. Namun, sebuah kereta berkecepatan tinggi milik operator Renfe diizinkan melanjutkan perjalanan meskipun terdapat kereta lain milik operator Iryo yang masih berhenti di jalur tersebut.

Keputusan operasional itu menjadi sorotan dalam penyelidikan kecelakaan. Serikat pekerja perkeretaapian bahkan mendesak agar Puente segera diberhentikan setelah insiden terjadi.

Puente juga mendapat kritik karena sebelumnya mengaitkan kecelakaan tersebut dengan dugaan pelanggaran prosedur oleh petugas pusat kendali kereta di Madrid.

Kecelakaan tersebut bukan insiden pertama yang mengguncang jalur kereta Madrid-Seville sepanjang 2026. Pada Januari 2026, sebanyak 46 orang meninggal dunia setelah sebuah kereta keluar dari rel dan bertabrakan dengan kereta lain yang melaju dari arah berlawanan. Hingga kini, penyebab kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan. (saf/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mahfud MD Ungkap Kapolri Suyudi Makin Ngendus Pergerakan LSP Saat Kerahkan Demo Buruh Agar Menampilkan Gibran Pahlawannya
• 7 jam lalu
0
thumb
Harga Cabai Masih Mahal, Mendag Ungkap Biang Keroknya!
• 19 jam lalu
0
thumb
Momen-momen Keakraban Prabowo dan Listyo Ternyata Berbalas Penyadapan
• 2 jam lalu
0
thumb
Keji! Pria di Makassar Rampok dan Aniaya 13 Wanita, Modus Ajak Kencan via Sosmed
• 8 jam lalu
0
thumb
ISPU KLH 4 November: Kualitas Udara Berbahaya Hanya di Palangkaraya
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.