Harga Cabai Masih Mahal, Mendag Ungkap Biang Keroknya!

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pedagang cabai menunggu pembeli di Pasar Kramat Jati, Jakarta, Senin (21/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan kenaikan harga cabai masih terjadi akibat faktor cuaca yang menekan produksi. Pemerintah pun mengandalkan distribusi pasokan dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kekurangan untuk meredam lonjakan harga.

Budi mengatakan, pemerintah telah mengirimkan sebanyak 7 ton cabai dari Jawa Timur ke Halmahera. Pengiriman dilakukan karena Jawa Timur memiliki surplus produksi cabai, sementara wilayah tujuan membutuhkan tambahan pasokan.

"Jadi cabai kemarin kita ngirim ke Halmahera ya, kan kita ngirim 7 ton dari Jawa Timur, karena Jawa Timur surplus cabai," ujar Budi saat ditemui di Jakarta.


Baca: Pemerintah Bahas Persiapan Ekspor Satu Pintu PT DSI 2027, Ini Hasilnya

Pengiriman tersebut merupakan bagian dari kerja sama pemerintah dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bank Indonesia (BI), dan pemerintah daerah.

Menurut Budi, kondisi cuaca yang kurang mendukung menyebabkan produksi cabai menurun. Meski demikian, pasokan cabai masih tersedia di sejumlah daerah sehingga pemerintah berupaya mengalirkannya ke wilayah yang mengalami kekurangan.

"Memang cabai rawit, kemudian cabai rawit keriting, cabai rawit merah sedikit kenaikan. Itu karena memang faktor cuaca," katanya.

Selain cabai, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengiriman komoditas lain, salah satunya telur ayam, dari daerah yang mengalami surplus ke daerah yang membutuhkan.

Budi menyebut harga telur ayam secara nasional berada di kisaran Rp26.400. Namun, di sejumlah daerah, harga telur bisa mencapai Rp30.000 akibat kendala distribusi.

Baca: Inflasi Bahan Makanan Tembus 5,61% Oktober 2026

"Telur itu surplus. Nah kita kirim, apalagi telur ini sekarang kan harga rata-rata nasional itu Rp26.400, sementara ada daerah tertentu yang distribusinya agak susah itu naik," ujarnya.

Pemerintah berharap pengiriman antardaerah tersebut dapat memperlancar distribusi dan menjaga harga komoditas pangan tetap stabil.

Budi menambahkan, faktor nilai tukar dolar juga dapat memengaruhi harga sejumlah komoditas. Namun, pemerintah saat ini berupaya memastikan distribusi dan logistik berjalan dengan baik agar pasokan di setiap daerah tetap terjaga.

"Ya, pasti kalau dolar pasti beberapa itu tapi kan gini, kita ingin semua (daerah) meneruskan, terutama dari sisi distribusinya...Jadi logistiknya harus stabil," ujarnya.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: El Nino Panjang, Pemerintah Waspadai Kenaikan Harga Pangan

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DPR Godok Aturan Pembentukan UU melalui Prosedur Cepat
• 3 jam lalu
0
thumb
Banjir dan Longsor Terjang Enam Kabupaten di Jatim, Lumajang Terparah
• 30 menit lalu
0
thumb
Video: DJP: Pajak Digital Bukan Pajak Baru
• 6 jam lalu
0
thumb
Badan Pengkajian MPR Gelar FGD Demokrasi Pancasila di Deli Serdang
• 1 jam lalu
0
thumb
Polandia Dilanda Krisis Konstitusional, Polisi dan Warga Saling Berhadapan, Presiden Mendadak Hentikan Kunjungan Ke Luar Negeri
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.