Menteri Transportasi Spanyol, Oscar Puente, mengumumkan pengunduran dirinya. Dia mundur setelah insiden tabrakan dua kereta api yang menewaskan 69 orang dan melukai 200-an orang lainnya.
"Saya mengambil keputusan mengenai masa depan saya dalam beberapa menit pertama setelah tragedi tersebut terjadi," ujar Puente kepada para anggota parlemen di Madrid, dilansir CNN, Rabu (4/11/2026).
Dia menegaskan dirinya tidak bisa tetap menjabat setelah insiden mematikan tersebut. Ia tetap mundur terlepas bertanggung jawab atau tidak atas insiden kecelakaan kereta itu.
"Seorang menteri transportasi di negara seperti Spanyol tidak bisa tetap menjabat setelah dua kecelakaan dengan tingkat keparahan seperti ini terjadi dalam waktu kurang dari setahun, terlepas dari betapa berbedanya kedua insiden tersebut, dan terlepas dari apakah ia memikul tanggung jawab langsung atau tidak," ucap dia.
Sebagai informasi, Puente mengundurkan diri enam hari setelah sebuah kereta menabrak kereta lainnya, sebuah peristiwa yang menurut pihak berwenang disebabkan oleh kombinasi kesalahan manusia dan komputer di jalur kereta berkecepatan tinggi yang menghubungkan Madrid dan Andalusia. Salah satu kereta, yang dioperasikan oleh layanan kereta api nasional Spanyol, menabrak kereta yang sedang berhenti dalam kecepatan tinggi di tengah kegagalan sistem keselamatan yang sebenarnya telah menghentikan seluruh lalu lintas kereta api di jalur tersebut.
Puente sempat mengungkap insiden tersebut. Dia mengaku heran dengan kecelakaan yang terjadi pada pekan lalu tersebut.
"Terdapat sinyal merah yang melarang pergerakan, namun kereta tersebut justru diizinkan untuk terus melaju," kata Puente pekan lalu.
"Itu adalah keputusan yang diambil dalam situasi yang tidak dapat dijelaskan," lanjutnya.
(maa/yld)






Komentar (0)