Bisnis Taksi Sumbang 70% Pendapatan Blue Bird (BIRD), Tumbuh 11,1% YoY

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis taksi masih menjadi penopang utama pendapatan PT Blue Bird Tbk (BIRD). Hingga kuartal III 2026, segmen tersebut menyumbang sekitar 70% dari total pendapatan emiten transportasi itu.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, pendapatan dari layanan taksi BIRD tumbuh 11,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan segmen nontaksi yang juga naik 10,1% secara tahunan atau year on year (YoY).

Sementara itu, layanan nontaksi yang mencakup shuttle, rental mobil dan bus, serta layanan mobilitas lainnya berkontribusi sekitar 30% terhadap total pendapatan Blue Bird. Secara keseluruhan, perseroan membukukan pendapatan Rp 4,57 triliun hingga September 2026 atau tumbuh 10,9% YoY.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono mengatakan, pertumbuhan bisnis perseroan ditopang oleh pengembangan portofolio layanan dan optimalisasi produktivitas armada. "Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan kemampuan mengelola operasional secara produktif dan menjaga kualitas layanan," ungkap Andre dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (3/11).

"Karena itu, kami terus mengoptimalkan pemanfaatan armada, menyesuaikan ketersediaannya dengan kebutuhan pelanggan, serta mengembangkan pilihan layanan yang relevan. Dengan pendekatan ini, kami ingin memastikan pertumbuhan yang dicapai dapat menjadi fondasi bisnis yang sehat dan berkelanjutan," ujarnya. 

Untuk memperkuat bisnis taksi, Blue Bird Group menghadirkan Bluebird Prime sebagai pilihan layanan yang melengkapi taksi Bluebird dan Silverbird. Layanan tersebut kini telah menjangkau enam wilayah operasional, yakni Jadetabek (Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi), Bandung, Surabaya, Medan, Bali, serta Semarang.

Di sisi lain, perseroan juga memperluas kemudahan akses pemesanan melalui aplikasi MyBluebird, kerja sama dengan mitra pemesanan digital, serta jaringan pangkalan yang luas.

Adapun di segmen nontaksi, Cititrans mencatatkan pertumbuhan pendapatan pada kuartal III melalui optimalisasi jadwal keberangkatan, utilisasi armada, dan efisiensi layanan. Sementara itu, Bigbird mencatatkan perkembangan permintaan dari segmen korporasi dan perjalanan rombongan.

Dari sisi kinerja operasional, EBITDA Blue Bird mencapai Rp 1,09 triliun hingga September 2026, tumbuh 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Khusus pada kuartal III 2026, EBITDA perseroan meningkat sekitar 16% YoY menjadi Rp 377,5 miliar. Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp 474 miliar hingga September 2026.

Memasuki kuartal IV 2026, Andre menyebut Bluebird Group terus mempersiapkan kapasitas dan kesiapan operasional untuk momentum perjalanan akhir tahun, normalisasi aktivitas pendidikan, serta penambahan armada. Langkah itu menjadi bagian dari upaya perseroan dalam mengoptimalkan peluang permintaan di berbagai segmen pelanggan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kemampuan operasional dan mengembangkan layanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan dukungan pengemudi profesional, armada yang terawat, dan sistem mobilitas yang terintegrasi, kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan sekaligus membangun pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutur Andre.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komisi VII: Integrasi sektor ekraf Lampung tingkatkan ekonomi rakyat
• 3 jam lalu
0
thumb
Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber
• 9 jam lalu
0
thumb
Duta Literasi Sekolah penggerak minat baca di kalangan generasi muda
• 22 jam lalu
0
thumb
Klasemen Liga Voli Vietnam 2026, 3 November: Rivan Nurmulki Resmi Susul Farhan Halim ke Semifinal, Boy Arnez Masih Berjuang
• 8 jam lalu
0
thumb
PSM Makassar Luncurkan Jersi Spesial HUT ke-111 untuk I.League Cup, Gunakan Logo Lama dan Dijual Terbatas
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.